SIJUK, BABEL NEWS - Satu unit truk tangki pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Belitung mengalami kecelakaan tunggal saat misi pemadaman kebakaran lahan pada Minggu (23/8). Truk tangki nopol BN 8175 WZ itu terbalik saat melintas di Jalan Ranati yang tembus dari Desa Air Seruk menuju Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk.
Akibatnya dua orang harus menjalani perawatan akibat luka dan satu orang luka ringan. "Iya benar, mobil damkar mengalami kecelakaan di jalan tembus Ranati. Kondisi satu anggota luka ringan, dua anggota perlu perawatan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal.
Berdasarkan foto yang beredar di media sosial, kondisi truk rusak parah di bagian depan. Kaca depan hancur dan bagian atap penyok. Diduga truk merah itu sempat terguling sebelum terhenti di tanah kering. "Alhamdulillah petugas sudah mendapat perawatan di RSUD," kata Zainal.
Menurutnya, truk yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan truk tangki support tapi juga digunakan untuk pemadaman di jalur sempit.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat langsung menjenguk anggota Damkar BPBD Belitung di Ruang Berangan, RSUD Marsidi Judono pada Minggu (23/8) malam. Dua anggota Damkar atas nama Setiawan dan Riko Saputra mengalami kecelakaan tunggal dengan truk tangki di Jalan Tembus Ranati, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk.
Keduanya mengalami luka di bagian kepala sehingga membutuhkan perawatan intensif. Sedangkan satu orang lainnya, Ridho Afdianto sudah diperkenankan pulang. "Mereka pejuang pemadam kebakaran kita. Saya tadi menyampaikan turut prihatin atas kejadian ini," ujar Djoni Alamsyah.
Menurutnya, kondisi Riko Saputra selaku supir truk damkar mengalami luka cukup besar di kepala. Ditambah sedikit retakan di bahu kanan akibat benturan.
Tapi, Djoni Alamsyah cukup lega saat mendengar hasil observasi dokter, luka yang diderita tidak sampai luka serius. "Ini kita anggap sebagai teguran kita semua agar lebih berhati-hati lagi," katanya.
Namun di sisi lain, Djoni Alamsyah memahami kondisi anggota Damkar sangat lelah. Sebab, beberapa hari belakangan jumlah kebakaran lahan cukup tinggi dengan jarak yang jauh.
Kondisi tersebut tentu saja menguras tenaga para anggota damkar. "Makanya saya sempat minta bantuan ke Dandim untuk mengerahkan mobil Batalyon," jelasnya.
Djoni Alamsyah juga meminta kepada manajemen RSUD untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pasien.
Dokter RSUD Marsidi Judono, Fernando Hutagalung menyampaikan kondisi anggota Damkar yang dirawat sudah stabil. Menurutnya, kondisi luka pasien Riko Saputra memang lebih berat di kepala tapi hanya luka luar.
Lalu, hasil rontgen bahu kanan menggambarkan retak tapi tidak perlu penanganan serius. Sedangkan pasien satunya cenderung lebih stabil. "Luka kepala agak berat, kulitnya ada yang terbuka. Tadi jahitannya ada 20 lebih dan satunya tadi belasan jahitan," katanya.
Ia berharap kondisi pasien dalam dua atau tiga hari ini bisa terus normal sehingga dapat dirawat di rumah. (dol)
BPBD Siapkan Strategi Perkuat Personel
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat personel dan pola penanganan kebakaran pascakecelakaan tunggal mobil pemadam kebakaran (damkar). Kecelakaan tersebut menyebabkan dua personel mengalami luka dan harus menjalani perawatan di RSUD.
Kondisi itu juga membuat BPBD kehilangan satu armada damkar yang selama ini digunakan untuk menjangkau lokasi pemadaman yang sempit serta menyuplai air ke mobil utama.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, mengatakan pihaknya akan berupaya menambah atau mengganti personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC) maupun unsur lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar kekuatan dalam satu regu dapat lebih optimal, mengingat jumlah personel yang tersedia saat ini masih terbatas.
"Ke depan kami akan berusaha menambah atau mengganti personel dari tim TRC maupun unsur lainnya. Jadi, kekuatan dalam satu regu bisa lebih diperkuat, mengingat satu regu ini jumlah personelnya cukup terbatas," kata Zainal, Senin (24/8).
Ia menjelaskan saat ini, satu regu damkar BPBD Belitung terdiri dari sembilan personel. Mereka menerapkan sistem piket selama 24 jam sebelum bergantian dengan regu berikutnya. "Untuk sistem piket, satu regu bertugas selama 24 jam. Setelah itu mereka bergantian dengan regu berikutnya sehingga tetap ada waktu untuk beristirahat," ujarnya.
Selain memperkuat personel, BPBD juga akan memperluas koordinasi dengan sejumlah unsur untuk mengantisipasi kondisi ketika terjadi banyak kejadian kebakaran secara bersamaan. Zainal mengatakan selama ini pola penanganan masih mengandalkan laporan dari masyarakat.
Namun ke depan pihaknya akan melihat kondisi di lapangan dan melibatkan unsur lain apabila situasi dinilai mengkhawatirkan. "Kalau memang situasinya sudah sangat mengkhawatirkan, kami akan berkolaborasi dengan seluruh elemen yang ada," katanya.
Menurutnya, Bupati Belitung juga telah melakukan koordinasi dengan Dandim dan Yonif untuk mendukung penanganan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan kekuatan tambahan. Koordinasi juga akan diperluas dengan Dinas Pekerjaan Umum yang sebelumnya turut membantu BPBD melalui kendaraan bertangga untuk mendukung penanganan kebakaran. (dol)