TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.
Melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Jawa Bagian Tengah 1 (JBT 1), PLN melaksanakan kunjungan silaturahmi kepada Kepolisian Resor (Polres) Cimahi sebagai bentuk penguatan sinergi dalam mendukung pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor energi.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Manager PLN UPP JBT 1, Nugroho Budi Sulaksono, dan diterima langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi, di Markas Polres Cimahi.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat koordinasi yang selama ini telah terjalin baik antara PLN dan Polres Cimahi, khususnya dalam mendukung aspek keamanan dan ketertiban pelaksanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS) yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di bidang energi baru terbarukan.
Dalam kesempatan tersebut, Manager PLN UPP JBT 1, Nugroho Budi Sulaksono, menyampaikan apresiasi atas dukungan Polres Cimahi yang selama ini berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan proyek.
"Kami sangat menyadari bahwa keberhasilan pembangunan proyek strategis seperti PLTA UCPS tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis saja, tetapi juga oleh terciptanya kondisi yang aman dan kondusif. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Polres Cimahi yang senantiasa hadir dalam menjaga stabilitas keamanan, sehingga setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana," ujar Nugroho.
Dirinya menambahkan bahwa cakupan wilayah proyek yang luas serta tingginya interaksi dengan masyarakat dalam proses pra konstruksi, konstruksi hingga koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadikan dukungan aparat kepolisian sebagai faktor penting dalam keberhasilan proyek.
Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi menyampaikan komitmen jajaran Polres Cimahi untuk terus mendukung pengamanan proyek-proyek strategis nasional yang berada di wilayah hukumnya.
Selain membahas pengamanan PLTA UCPS, kedua pihak juga berdiskusi mengenai perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung Saguling, yang berlokasi tidak jauh dari kawasan proyek UCPS dan menjadi bagian dari pengembangan energi baru terbarukan di Jawa Barat.
Keberadaan dua infrastruktur energi bersih tersebut semakin memperkuat pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan kawasan, sehingga pembangunan maupun operasional pembangkit dapat berjalan secara optimal.
General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memerlukan kolaborasi yang kuat antara PLN, pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dirinya turut menegaskan akan pentingnya proyek ini terutama dalam menuju transisi energi bersih serta peningkatan bauran energi baru terbarukan.
”Kami mengapresiasi dukungan Polres Cimahi yang selama ini telah menjadi mitra strategis PLN dalam mengawal pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage maupun pengembangan infrastruktur energi baru terbarukan di Jawa Barat. Proyek ini adalah wujud komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal untuk mendukung ketahanan energi nasional serta percepatan transisi menuju energi bersih," ujar Kishartanto.
Kedua belah pihak sepakat untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi secara berkala guna mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan, termasuk isu-isu sosial kemasyarakatan yang dapat memengaruhi pelaksanaan proyek.
PLTA Upper Cisokan Pumped Storage merupakan pembangkit listrik tenaga air pumped storage pertama di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.
Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas dan keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali, sekaligus mendukung integrasi pembangkit energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional.
Sinergi antara PLN dan Polres Cimahi menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan pembangunan proyek-proyek energi bersih berjalan secara aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung target Indonesia menuju transisi energi.