TRIBUNWOW.COM - Inilah profil Rei Okada, bek kanan asal Jepang yang dikaitkan dengan Borneo FC untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Kabar Rei Okada masuk radar Borneo FC sebelumnya dibongkar oleh akun Instagram seputar sepak bola Indonesia, @gosball, Selasa (25/8/2026).
Dalam unggahan tersebut, Rei Okada disebut sebagai calon pemain asing baru Borneo FC.
Rei Okada juga disebut memiliki pengalaman bermain di Liga 2 Austria bersama SK Austria Klagenfurt, dengan catatan 24 penampilan dan dua assist pada musim 2025/2026.
"Fullback kanan asal Jepang, Rei Okada (24 th) calon pemain asing baru Borneo FC. Musim lalu ia bermain di Liga 2 Austria untuk SK Klagenfurt bermain sebanyak 24 laga, mencetak 2 assist. Borneo FC akan rekrut lebih dari 11 pemain asing," tulis akun tersebut..
Meski demikian, hingga kini kabar mengenai ketertarikan Borneo FC terhadap Rei Okada masih sebatas rumor dan belum terdapat pengumuman resmi dari klub maupun sang pemain.
Menariknya, Rei Okada saat ini memang berstatus tanpa klub setelah meninggalkan SK Austria Klagenfurt pada 1 Juli 2026.
Baca juga: Borneo FC Mode Cetak Bintang Baru Musim Depan: Setelah Eks AC Milan, Jebolan Stuttgart Intens Digoda
Dikutip TribunWow.com dari Transfermarkt, Rei Okada merupakan pesepak bola asal Jepang yang lahir pada 25 Januari 2002 dan kini berusia 24 tahun.
Rei Okada memiliki tinggi badan sekitar 1,72 meter dan berposisi sebagai bek kanan.
Perjalanan karier Rei Okada cukup menarik karena ia membangun karier profesionalnya di Eropa, khususnya melalui kompetisi Jerman dan Austria.
Rei Okada mengawali karier seniornya di Jerman bersama FC Basara Mainz pada musim 2021/2022.
Bersama FC Basara Mainz, Okada tampil dalam 14 pertandingan Verbandsliga Südwest dengan catatan satu gol dan 1.260 menit bermain.
Pada musim yang sama, Okada kemudian bergabung dengan TSV Schott Mainz yang bermain di Regionalliga Sudwest.
Ia mencatatkan 10 penampilan bersama TSV Schott Mainz dengan total 778 menit bermain.
Liga Nasional
Kejuaraan Domestik
(TribunWow.com/Peserta magang dari UNS Surakarta/Destia Ajeng)