Everton telah mengajukan proposal kepada Dewan Kota Liverpool untuk menggandakan jumlah acara non-olahraga yang digelar di Stadion Hill Dickinson. The Toffees berharap dapat mengubah markas baru mereka di tepi laut menjadi venue multifungsi utama, dengan memanfaatkan warisan musik kota yang kaya sekaligus mendorong pariwisata lokal.
Mendorong perluasan fungsi stadion tepi laut
Everton secara resmi meminta izin kepada Dewan Kota Liverpool untuk menggandakan jumlah acara non-olahraga yang diselenggarakan di stadion tepi laut mereka, sebagaimana dilaporkan Liverpool Echo. The Toffees pindah ke Stadion Hill Dickinson pada 2025, meninggalkan markas bersejarah mereka, Goodison Park.
Kini memasuki musim kedua di venue baru tersebut, klub ingin memperluas izin perencanaan yang saat ini mereka miliki. Izin yang awalnya diberikan pada 2021 itu hanya memperbolehkan klub menggelar empat acara non-olahraga berkapasitas penuh dalam setiap tahun kalender.
Everton menargetkan peningkatan batas itu menjadi delapan acara, yang akan membuka jalan bagi lebih banyak konser musik besar. Dalam proposal baru tersebut, maksimal dua acara dapat berlangsung hingga pukul 11.30 malam, sementara semua acara lainnya harus berakhir paling lambat pukul 11 malam.
Mengangkat kota musik
Motivasi utama di balik pengajuan ini adalah mengubah Stadion Hill Dickinson menjadi venue multifungsi kelas utama. CBRE Limited, yang bertindak atas nama Everton, menyerahkan pernyataan perencanaan yang menguraikan manfaat regional yang lebih luas dari ekspansi tersebut.
"Sambil tetap mempertahankan peran utamanya sebagai stadion sepak bola, amendemen yang diusulkan berupaya meningkatkan potensi stadion sebagai venue multifungsi," demikian bunyi pernyataan itu. "Hal ini akan mendukung tujuan regional yang lebih luas untuk meningkatkan penawaran musik live di kawasan kota, dan pada gilirannya mendongkrak ekonomi pariwisata serta pengunjung."
Agen perencanaan juga mencatat bahwa regulasi saat ini membatasi pemanfaatan venue tersebut meski ada minat besar dari para promotor acara. Mereka menambahkan bahwa perubahan ini memberi Liverpool peluang untuk memaksimalkan status prestisiusnya sebagai Kota Musik UNESCO yang ditetapkan secara resmi.
Lebih dari sekadar lapangan sepak bola
Stadion tepi laut itu sudah menunjukkan fleksibilitasnya di tengah perjalanan Everton di Liga Primer. Sejak dibuka, stadion tersebut telah sukses menjadi tuan rumah dua acara rugbi dan satu pertandingan internasional tim putri Inggris.
Rencana perayaan juga sudah disiapkan, dengan Oktoberfest dan pasar Natal dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini. Selain itu, The Toffees juga terus mendorong pengembangan tambahan di area stadion untuk meningkatkan pengalaman hari pertandingan bagi para suporter.
Andrew Middleton, presiden operasi bisnis klub, baru-baru ini mengonfirmasi rencana untuk mengubah menara hidrolik terdaftar grade II menjadi bar olahraga khusus. Selain itu, tangga Western Terrace juga akan segera dibuka untuk umum pada hari-hari tanpa pertandingan.
Menunggu keputusan dewan
Dewan Kota Liverpool masih belum mengumumkan jadwal kapan permohonan perencanaan tersebut akan ditinjau oleh para anggota komite. Sampai keputusan diambil, Everton harus tetap beroperasi di bawah pembatasan awal mereka, yakni empat acara.
Sementara klub bekerja keras di balik layar untuk mengamankan artis besar pertama yang akan tampil di Stadion Hill Dickinson, belum ada tanggal maupun nama penampil yang dikonfirmasi. Jika proposal ini disetujui, langkah tersebut menjanjikan era baru yang menarik bagi The Toffees. Perluasan kemampuan venue untuk menggelar musik live juga akan memberikan dorongan finansial yang signifikan bagi klub maupun perekonomian Merseyside secara lebih luas.