Gelombang Tinggi Ancam Perairan Sumut hingga 28 Agustus 2026, Nelayan Diminta Waspada
Array A Argus August 26, 2026 09:27 AM

TRIBUN-MEDAN.COM,- Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan mengimbau semua nelayan di Sumatera Utara untuk mewaspadai adanya potensi gelombang tinggi di perairan Sumut.

Gelombang tinggi ini diperkirakan akan terjadi selama tiga hari, terhitung mulai tanggal 26 Agustus 2026 hingga 28 Agustus 2026. 

Dari data yang disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, tinggi gelombang bisa mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Baca juga: Wilayah Sumatera Sering Terjadi Gempa Bumi, PGR 1 Medan: Proses Alami Bumi

GELOMBANG TINGGI- Ilustrasi perahu nelayan dihempas gelombang tinggi air laut.
GELOMBANG TINGGI- Ilustrasi perahu nelayan dihempas gelombang tinggi air laut. (ChatGPT)

Ada enam kawasan perairan yang berpotensi mengalami tinggi gelombang tersebut.

Ke enam kawasan perairan itu diantaranya:

  • Perairan Timur Kepulauan Nias
  • Perairan Barat Kepulauan Nias
  • Perairan Kepulauan Batu
  • Perairan Barat Kepulauan Batu
  • Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias
  • Perairan Timur Sumatera Utara

Baca juga: BMKG Perkirakan Ada 12 Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan di Malam Hari pada 26 Agustus 2026

Karena tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter, Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan turut memberikan saran keselamatan pelayaran bagi para nelayan.

BMKG mengimbau para nelayan harus berhati-hati jika angin berkecepatan 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.

Sedangkan untuk kapal tongkang, BMKG mengimbau mewaspadai tekanan angin berkecepatan 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Baca juga: Nelayan Batubara yang Hilang di Pulau Berhala Tak Ditemukan, Tim SAR Tutup Pencarian

Kapal-kapal nelayan yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin bersandar di dermaga akibat cuaca buruk yang telah terjadi selama sepekan, Jumat (25/11/2022). 
Kapal-kapal nelayan yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin bersandar di dermaga akibat cuaca buruk yang telah terjadi selama sepekan, Jumat (25/11/2022).  (Tribun Medan/Anugrah Nasution)

Kondisi Sinoptik

BMKG atau Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan turut memberikan gambaran kondisi sinoptik di perairan Sumut.

Kondisi sinoptik adalah istilah meteorologi untuk menjelaskan gambaran umum kondisi atmosfer dan cuaca di suatu wilayah pada waktu tertentu.

Dari data yang disampaikan BMKG, terdapat daerah belokan angin di wilayah Sumatera bagian Utara (Sumbagut), serta suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia Barat dan Utara Sumatera.

Baca juga: BMKG Ungkap Pemicu Angin Kencang Melanda Medan, Potensi Cuaca Ekstrem Berlangsung hingga Pekan Depan

Kondisi ini berpotensi meningkatkan penguapan yang dapat menambah kandungan uap air di atmosfer, sehingga menambah potensi terbentuknya awan-awan hujan di wilayah Sumbagut.

Pola angin umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 08–25 knot.(ray/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.