SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) belum sepenuhnya mereda di bumi Sriwijaya.
Selimut asap pekat yang memapar sejumlah kawasan memaksa Indeks Kualitas Udara (AQI) di Sumatera Selatan bertahan pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Bahkan hingga paruh pekan ini, tiga wilayah masih tertahan di zona ungu atau kategori "sangat tidak sehat".
Berdasarkan data pantauan Indeks Kualitas Udara pada Rabu (26/8/2026) pukul 07.54 WIB, titik kualitas udara terburuk berada di Talang Ubi dengan skor AQI mencapai 245, disusul Indralaya di angka 225, dan Kota Prabumulih dengan 213.
Baca juga: Kaya Sumber Daya, Bagaimana Nasib Tenaga Kerja? Menakar Pengangguran Sumsel vs Sultra
Di saat bersamaan, Kota Palembang perlahan melonggarkan cengkeraman zona ungu dan kini bergeser ke zona merah dengan tingkat kualitas udara sebesar 170.
Kepungan asap pekat yang tak kunjung hilang ini memicu perhatian serius dari pemerintah pusat.
Keseriusan penanganan karhutla ditunjukkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang bertolak dan mendarat di Palembang guna memimpin rapat koordinasi darurat bersama jajaran daerah.
Meskipun upaya pemadaman darat maupun udara terus digempur tanpa henti, sisa kobar karhutla dan kepulan asap tebal diprediksi masih menjadi tantangan utama bagi kesehatan masyarakat Sumsel dalam beberapa hari ke depan.
Talang Ubi 245
Indralaya 225
Prabumulih 213
Sungaigerong 189
Muara Beliti 180
Palembang 170
Kayu Agung 166
Sekayu 163
Lahat 152
Muara Enim 93