SRIPOKU.COM, PALEMBANG— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumsel akan mengalami cuaca cerah berawan pada Rabu (26/8/2026).
Meski demikian, hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah, terutama pada siang hingga sore hari.
Kondisi tersebut diperkirakan belum merata karena Sumsel masih berada dalam periode musim kemarau.
Pada pagi hari, cuaca di seluruh wilayah Sumsel diprakirakan cerah berawan tanpa potensi hujan.
Sementara siang hingga sore, hujan ringan berpotensi mengguyur Musi Rawas, Pagaralam, Lahat, Muara Enim, OKU, OKU Selatan, dan Musi Rawas Utara.
Memasuki malam hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Musi Banyuasin, Musi Rawas, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, dan OKU.
Sedangkan pada dini hari, sebagian besar wilayah Sumsel kembali diprakirakan cerah berawan. Potensi hujan ringan masih terdapat di Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.
Suhu udara di wilayah dataran rendah seperti Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan OKI berkisar 23-34 derajat Celsius, dengan kelembapan 47-98 persen.
Untuk wilayah dataran tinggi seperti Pagaralam, Empat Lawang, Lubuklinggau, Lahat dan OKU Selatan, suhu diprakirakan lebih sejuk, yakni 18-33 derajat Celsius, dengan kelembapan 50-99 persen.
Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5-30 km/jam.
Sementara itu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mudah terjadi di wilayah Sumsel akibat kondisi kemarau.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 27-29 Agustus 2026 untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyemaian awan akan diarahkan ke sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi, di antaranya Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hingga Palembang.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, terdapat potensi pertumbuhan awan hujan pada 27 atau 28 Agustus 2026.
Potensi tersebut akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan penyemaian apabila awan yang terbentuk memenuhi syarat untuk OMC.
"Informasi dari BMKG, tanggal 27 atau 28 Agustus ini ada potensi awan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan BMKG ini memang tumbuh awan hujan dan bisa digunakan untuk penyemaian OMC," kata Iqbal, Rabu (26/8/2026).
Menurut Iqbal, pesawat Cessna yang disiapkan BNPB di Sumsel memiliki fungsi ganda. Pesawat akan digunakan untuk OMC ketika terdapat awan potensial, sedangkan jika kondisi tidak memungkinkan untuk penyemaian, pesawat tersebut akan digunakan untuk patroli dan pemantauan.
"Ketika ada potensi awan, dia menjadi pesawat untuk OMC. Tapi ketika potensi awan hujan tidak ada, dia menjadi untuk patroli," jelasnya.
Iqbal menyebut wilayah yang menjadi perhatian utama merupakan daerah dengan riwayat kebakaran cukup tinggi, terutama OKI, Banyuasin dan Palembang.
Pelaksanaan OMC diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang kering sekaligus menambah ketersediaan sumber air bagi tim pemadam karhutla.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, mengatakan OMC di Sumsel sebelumnya telah dilaksanakan pada periode 22-26 Agustus 2026.
Berdasarkan evaluasi, pada 22 Agustus baru dilakukan satu kali sorti atau penyemaian awan di wilayah OKI dan Banyuasin. Dalam operasi tersebut, sekitar 1 ton atau 1.000 kilogram bahan semai dibawa untuk penyemaian.
Namun, hasilnya belum menghasilkan hujan sesuai yang diharapkan.
"Dari hasil evaluasi juga kami melihat hasilnya belum ada hujan yang sesuai dengan harapan," kata Siswanto.
Meski demikian, berdasarkan analisis dinamika atmosfer, masih terdapat potensi pertumbuhan awan di Sumsel hingga 29 Agustus 2026.
Potensi tersebut terutama terlihat di wilayah tengah Sumsel, termasuk OKI pada 28-29 Agustus.
Siswanto berharap pelaksanaan OMC dapat diperpanjang sehingga upaya mitigasi karhutla di Sumsel dapat dilakukan lebih maksimal.
"Harapannya dari periode yang sampai dengan 26 ini nanti dari BNPB atau Kemenhut itu bisa melakukan perpanjangan kegiatan OMC yang ada di Sumatera Selatan sehingga pengendalian atau mitigasi kondisi karhutla bisa lebih maksimal," ujarnya.