TRIBUNTRENDS.COM - Pengacara Minola Sebayang menanggapi kondisi hukum yang tengah dihadapi presenter Ruben Onsu.
Menurut Minola, persoalan finansial dan utang miliaran rupiah yang sedang dihadapi Ruben tidak seharusnya menjadi alasan untuk mendiskualifikasi kelayakannya sebagai ayah dalam perkara hak asuh anak, seperti yang dikutip dari Grid.id pada 26 Agustus 2026.
Menurut dia, tanggung jawab orang tua terhadap anak mencakup berbagai aspek dan tidak bisa semata-mata diukur dari kondisi ekonomi.
Baca juga: Jadi Tersangka, Ruben Onsu Upayakan Mediasi & Restorative Justice dengan Pelapor, Cari Titik Temu
Minola mengungkapkan kondisi Ruben yang saat ini menghadapi sejumlah persoalan hukum sekaligus. Ia menyebut Ruben dalam kondisi sedih setelah berbicara dengannya mengenai berbagai masalah yang tengah dihadapi.
Menurut Minola, situasi tersebut terasa semakin berat bagi Ruben setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara hukum.
"Bagi Ruben sendiri sangat berat. Jadi kalau dia tadi ngomong sama abang (Minola Sebayang) dengan sedih ya. Sedih karena ya dia seperti sudah jatuh tertimpa tangga, terinjak kotoran, macam-macam lah," ujar Minola.
Meski demikian, Minola menilai persoalan hukum dan finansial yang sedang dihadapi Ruben tidak serta-merta menunjukkan bahwa dirinya tidak layak menjalankan peran sebagai seorang ayah.
Minola menegaskan, persoalan utang tidak dapat dijadikan tolok ukur tunggal untuk menentukan kelayakan seseorang mendapatkan hak asuh anak.
Ia mempertanyakan apakah seseorang yang memiliki utang otomatis dianggap tidak mampu mendidik dan mengasuh anaknya.
"Layak itu kan tidak bicara mengenai masalah uang saja semata-mata. Layak itu kan tidak bicara mengenai masalah karena ada kewajiban utang," kata Minola.
Menurut dia, hampir setiap orang memiliki kewajiban finansial atau utang dengan jumlah yang berbeda-beda. Karena itu, keberadaan utang tidak seharusnya secara otomatis membuat seseorang kehilangan haknya untuk menjalankan peran sebagai orang tua.
Minola juga menilai Ruben hingga kini masih mampu menjalankan sejumlah tanggung jawabnya. Ia menyebut Ruben masih berusaha menghidupi dirinya, anak-anaknya, serta karyawan yang bekerja dengannya.
"Artinya masih bisa melakukan hal-hal yang harus dilakukan. Ini kan bicara mengenai masalah lubang yang besar yang memang harus ditutupi segera," ujarnya.
Menurut dia, pihak Ruben tidak semestinya dibebani untuk membuktikan bahwa dirinya mampu hanya karena memiliki utang.
"Kalau ada orang yang mendalilkan seperti itu, dia harus membuktikan bahwa Ruben tidak mampu. Bukan kami yang membuktikan kami mampu, tapi orang itu yang harus membuktikan bahwa Ruben tidak mampu," tutur Minola.
Ia menilai kondisi finansial seseorang harus dilihat secara menyeluruh dan tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan besarnya utang yang dimiliki.
Minola juga menyampaikan bahwa Ruben masih memiliki keinginan untuk menjalankan tanggung jawabnya terhadap anak-anaknya. Salah satunya berkaitan dengan kebutuhan pendidikan.
Menurut Minola, Ruben tetap ingin mengetahui dan bertanggung jawab terhadap biaya sekolah anak-anaknya. Namun, pihak Ruben disebut justru mengalami kendala ketika berusaha mendapatkan informasi mengenai besaran biaya pendidikan tersebut.
"Sampai hari ini kalau kita lihat dari apa yang disampaikan oleh Ruben, dia masih ingin bertanggung jawab untuk kepentingan anak-anaknya," kata Minola.
"Bahkan kemudian dia yang dihalang-halangi untuk tidak dapat informasi terkait dengan berapa besar uang sekolah anaknya yang sesungguhnya," lanjutnya.
Karena itu, Minola meminta agar persoalan hak asuh tidak selalu dikaitkan dengan kemampuan finansial orang tua.
(TribunTrends.com)