TRIBUN-MEDAN.com, PADANGSIDIMPUAN - Misteri matinya ikan jurung di aliran Sungai Batang Ayumi, membuat heboh warga Kota Padangsidimpuan.
Yang membuat tanda tanya adalah hanya ikan jurung yang mati di sungai ini, sedangkan ikan mas, lele, gabus dan nila masih terlihat hidup.
Camat Padangsidimpuan Batunadua Muhammad Fadlan Batubara bersama perangkat desa setempat turun langsung menelusuri kondisi Sungai Batang Ayumi di wilayah Kelurahan Batunadua Jae, Selasa (25/8/2026).
Mereka menyusuri sejumlah titik sungai untuk melihat kondisi air, lokasi ditemukannya ikan mati serta menghimpun informasi dari masyarakat.
Dari hasil penelusuran membuktikan bahwa hanya ikan jurung ini yang mati di aliran Sungai Batang Ayumi.
Muhammad Fadlan Batubara mengatakan hasil penelusuran akan dilaporkan kepada pimpinan Pemerintah Kota Padangsidimpuan untuk menjadi bahan tindak lanjut.
“Setelah kita melakukan penelusuran terhadap fenomena ikan jurung yang mati mendadak ini, hasilnya akan kita laporkan kepada Bapak Wali Kota Padangsidimpuan dan Bapak Sekda Kota Padangsidimpuan,” ujarnya.
Fadlan menjelaskan, pihaknya telah membawa bangkai ikan jurung dari Sungai Batang Ayumi yang mati ke UPT Perikanan Provinsi Sumatera Utara di Medan untuk dilakukan pengujian.
"Pemeriksaan bangkai ikan dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyakit, infeksi, gangguan organ, keracunan atau faktor biologis lainnya," ucapnya.
Tokoh masyarakat Mareden Siregar bersama warga turut menyusuri kawasan sungai yang menjadi lokasi ditemukannya ikan jurung mati.
Kondisi ini bagi warga membuat khawatir dengan keberlangsungan lubuk larangan yang ada di lokasi.
"Kematian ikan jurung secara mendadak pun menimbulkan kekhawatiran warga, apalagi di sini kami memiliki lubuk larangan," katanya.
Di aliran sungai ini terdapat sebuah tempat pemrosesan akhir bernama TPA Batu Bola yang kondisinya menjadi sorotan warga karena diduga menjadi penyebab tercemarnya air.
Mengenenai dugaan pencemaran ini, Pemko Padangsidimpuan Tidak Ingin Berspekulasi Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki Nasution buka suara.
Ia mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi mengenai kematian ikan di Sungai Batang Ayumi, termasuk dugaan masyarakat mengenai kemungkinan keterkaitannya dengan kawasan TPA Batu Bola.
Pemerintah kemudian meminta perangkat daerah terkait melakukan pengecekan dan verifikasi lapangan serta pemeriksaan kualitas air.
“Pemerintah Kota Padangsidimpuan tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kematian ikan sebelum terdapat hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas Sekda.
Pemko Padangsidimpuan menyatakan akan mengambil langkah sesuai ketentuan apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya pencemaran.
Masyarakat juga diimbau untuk sementara tidak mengambil, mengonsumsi maupun memperjualbelikan ikan yang ditemukan mati hingga penyebab kematian diketahui secara pasti.
(*/ Tribun-medan.com)