BANGKAPOS.COM – Simak, cara mudah melihat desil menggunakan NIK KTP serta mengetahui apakah kamu berpeluang mendapatkan bansos.
Informasi mengenai posisi sosial ekonomi keluarga dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kini dapat diakses masyarakat secara daring.
Salah satu data yang bisa diperiksa adalah peringkat atau desil sosial ekonomi.
Untuk mengetahuinya, masyarakat cukup menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada KTP.
Baca juga: 26 Agustus 2026 Memperingati Hari Apa? Ini 4 Momen Penting di Indonesia dan Dunia
Data desil menjadi salah satu informasi yang penting karena digunakan pemerintah dalam melakukan pemetaan kondisi kesejahteraan masyarakat. Data tersebut juga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial.
Melalui DTSEN, keluarga ditempatkan dalam kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi masing-masing.
Pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Lantas, apa sebenarnya arti desil tersebut, bagaimana cara mengeceknya dengan NIK, dan apakah desil tertentu otomatis mendapatkan bansos?
Berikut penjelasannya.
Mengenal Desil dalam DTSEN
Desil dapat dipahami sebagai peringkat yang menggambarkan posisi relatif suatu keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonominya.
Dalam DTSEN, keluarga dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10. Masing-masing desil secara umum mencakup sekitar 10 persen keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif.
Desil 1 ditempati keluarga yang berada pada kelompok kesejahteraan relatif paling rendah. Sebaliknya, desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Penilaian tersebut tidak semata-mata berdasarkan penghasilan. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan berbagai indikator sosial ekonomi lain, seperti kondisi pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, penggunaan listrik, kepemilikan aset, serta faktor lainnya.
Karena kondisi keluarga dapat berubah, posisi desil juga tidak bersifat tetap. Ketika terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi atau pembaruan data, peringkat sebuah keluarga dapat ikut mengalami perubahan.
Pengecekan bisa dilakukan secara online menggunakan perangkat seperti ponsel, laptop, maupun komputer.
Berikut tahapan yang dapat dilakukan:
Buka browser melalui ponsel atau komputer.
Akses laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Masukkan NIK sebanyak 16 digit sesuai KTP.
Ketik kode captcha yang ditampilkan.
Tekan tombol "CARI DATA".
Tunggu sampai proses pencarian selesai.
Apabila data tersedia, sistem akan menampilkan informasi keluarga.
Data yang muncul dapat mencakup identitas keluarga, posisi desil, status kepesertaan bantuan sosial, hingga periode bantuan apabila informasi tersebut tersedia dalam sistem.
Arti Desil 1 sampai 10
Nomor desil menunjukkan posisi suatu keluarga dalam pemeringkatan sosial ekonomi. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan relatif keluarga tersebut.
Sebaliknya, angka desil yang semakin besar menunjukkan posisi sosial ekonomi yang relatif lebih tinggi.
Secara sederhana, pembagiannya dapat dipahami sebagai berikut:
Desil 1 merupakan kelompok sekitar 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
Desil 2 berada satu tingkat di atas kelompok desil 1.
Desil 3 merupakan kelompok berikutnya dalam urutan pemeringkatan.
Desil 4 termasuk dalam kelompok 40 persen keluarga dengan posisi kesejahteraan relatif terbawah.
Desil 5 berada pada kelompok menengah bawah.
Desil 6 hingga 10 mencakup kelompok keluarga dengan posisi kesejahteraan mulai dari tingkat menengah hingga relatif lebih tinggi.
Dengan demikian, desil 1 berada di posisi terbawah dalam pemeringkatan, sedangkan desil 10 menempati posisi paling atas.
Apakah Desil Menentukan Penerima Bansos?
Masyarakat perlu memahami bahwa angka desil bukan berarti penentu tunggal seseorang mendapatkan bantuan sosial.
Setiap program bansos memiliki kriteria dan mekanisme penetapan penerima masing-masing. Karena itu, seseorang yang masuk dalam desil tertentu belum tentu secara otomatis menerima bantuan.
Mengacu pada informasi di laman Cek Bansos Kemensos, keluarga yang masuk desil 1 sampai desil 4 atau kelompok 40 persen terbawah dapat diusulkan menjadi sasaran Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako.
Sementara itu, keluarga yang berada pada desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Meski demikian, posisi desil hanya menjadi salah satu bagian dalam proses penentuan. Artinya, berada di desil tertentu tidak dapat dijadikan jaminan bahwa bantuan pasti akan diterima.
Kondisi ekonomi sebuah keluarga bisa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Misalnya, perubahan pekerjaan, penghasilan, kepemilikan aset, kondisi rumah, maupun keadaan sosial lainnya.
Apabila masyarakat merasa peringkat desil yang tercatat tidak lagi sesuai dengan kondisi sebenarnya, pembaruan data dapat diajukan melalui saluran yang telah disediakan.
Masyarakat dapat menyampaikan perubahan tersebut melalui pemerintah desa atau kelurahan maupun dinas sosial. Pengajuan juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos sesuai mekanisme yang berlaku.
Data yang masuk selanjutnya dapat menjalani proses verifikasi dan pemutakhiran sebelum digunakan kembali dalam pemeringkatan.
Karena itu, masyarakat perlu memastikan data kependudukan dan informasi sosial ekonomi keluarga selalu diperbarui sesuai kondisi terkini.
Lindungi NIK Saat Melakukan Pengecekan
Pengecekan desil dapat membantu masyarakat mengetahui posisi relatif keluarganya dalam DTSEN sekaligus memahami keterkaitannya dengan program bantuan pemerintah.
Namun, NIK merupakan data pribadi yang harus dijaga kerahasiaannya. Untuk menghindari penyalahgunaan data, masyarakat disarankan melakukan pengecekan hanya melalui kanal resmi Cek Bansos Kemensos.
Jangan memasukkan NIK, nomor KTP, atau informasi pribadi lainnya ke situs maupun layanan pihak ketiga yang tidak jelas kredibilitasnya.
Dengan menggunakan kanal resmi pemerintah, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai data desil dengan lebih aman sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan data pribadi.
(Bangkapos.com/Tribunnews)