Breaking News, Ratusan Warga Air Bini Geruduk PLN Anambas, Sehari 5 Kali Mati Listrik
Agus Tri Harsanto August 26, 2026 10:07 AM

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Ratusan masyarakat Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, mendadak mendatangi Kantor PLN Anambas, Selasa (25/8/2026) malam. 

Kabupaten Kepulauan Anambas adalah wilayah terluar di Provinsi Kepulauan Riau.

Anambas terkenal dengan keindahan lautnya dan berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan

Warga geram karena pemadaman listrik terus terjadi.

Massa bergerak menuju kantor PLN menggunakan sepeda motor.

Mereka dipimpin langsung Kepala Desa Air Bini, Landa, yang ikut berada di tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi kelistrikan di wilayah tersebut.

Rombongan tiba di halaman Kantor PLN Anambas sekitar pukul 22.30 WIB. Warga yang datang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga anak muda, yang berbaur dalam satu rombongan.

Setibanya di lokasi, warga langsung memadati halaman kantor PLN.

Sejumlah sepeda motor terlihat terparkir di sekitar lokasi, sementara masyarakat berkumpul sambil menyampaikan keluhan mengenai pemadaman listrik yang mereka alami.

Landa mengatakan, kedatangan warga bukan tanpa alasan.

Mereka ingin mempertanyakan kondisi listrik yang menurutnya selama ini kerap tidak stabil, terutama di wilayah Desa Air Bini.

Menurutnya, masyarakat merasa wilayah mereka sering menjadi pihak yang dirugikan ketika terjadi gangguan kelistrikan. 

Pemadaman yang berulang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan membuat warga mempertanyakan keadilan dalam pelayanan listrik.

"Hari ini saja, sudah lima kali padam. Kenapa selalu Air Bini saja. Kalau bisa ya adil, daerah lain juga," ujar Landa di tengah kerumunan massa.

Ia menyebut persoalan pemadaman listrik tersebut bukan baru terjadi malam ini.

Kondisi serupa, kata dia, sudah berlangsung cukup lama sehingga masyarakat mulai merasa kecewa dan memilih datang langsung ke kantor PLN untuk meminta penjelasan.

"Ini bukan baru hari ini. Sudah lama kami merasakan kondisi seperti ini. Masyarakat sudah capek kalau listrik padam berulang-ulang tanpa ada kepastian," katanya.

Landa menuturkan, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat. 

Salah satunya adalah kerusakan pada sejumlah peralatan elektronik milik warga akibat kondisi listrik yang tidak stabil.

"Peralatan elektronik masyarakat juga ada yang rusak. Televisi, kulkas dan peralatan lainnya bisa terdampak kalau listrik hidup mati seperti ini," ujarnya.

Selain mengganggu peralatan elektronik, kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. 

Warga harus menghentikan berbagai kegiatan ketika listrik tiba-tiba padam, terlebih pemadaman disebut terjadi berkali-kali dalam satu hari.

"Kami datang ke sini untuk mencari solusi, bukan untuk membuat keributan. Kami hanya ingin pelayanan listrik yang adil dan kondisi listrik yang lebih stabil," kata Landa.

Ia berharap PLN dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman yang terjadi di Desa Air Bini. Warga juga meminta adanya langkah nyata agar persoalan tersebut tidak terus berulang.

Situasi di lokasi masih dipenuhi masyarakat yang menunggu adanya penjelasan dari pihak PLN.

Jumlah massa juga terus bertambah. Tidak hanya warga Desa Air Bini, masyarakat dari desa lainnya turut berdatangan ke kantor PLN untuk menyampaikan persoalan kelistrikan yang mereka alami. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.