Begitu titik api membesar, kami langsung turun (proses pemadaman), syukurlah kurang dua jam api padam, tinggal pendinginan

Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Masyarakat peduli api (MPA) bersama petugas gabungan di Desa Seponjen, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi kompak memadamkan api guna mencegah kebakaran lahan semakin meluas.

"Begitu titik api membesar, kami langsung turun (proses pemadaman), syukurlah kurang dua jam api padam, tinggal pendinginan," kata Kepala Dusun Pulo Tigo Desa Seponjen Suyanto di lokasi, Selasa (25/8) malam.

Suyanto mengungkapkan, bahwa titik api pertama kali terlihat di area lahan kosong sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa (25/8) petang.

Mengetahui hal itu, pihaknya langsung mengimbau warga setempat untuk bergerak melakukan upaya pemadaman.

Dengan bantuan MPA, bersama personel TNI, Polri dan Manggala Agni serta dukungan peralatan yang memadai, selang dua jam akhirnya api mampu dikendalikan.

Menurut dia, kanal air yang ada di sekitar area sangat membantu mesin pemadam dalam menyuplai air, sehingga kobaran api berhasil dijinakkan sebelum merambat ke perkebunan warga.

Hingga saat ini, pemicu kebakaran lahan kosong seluas 10 hektare di RT 06 itu masih belum diketahui.

"Kami melihat ada titik api, kemudian kami imbau kawan-kawan untuk gotong royong, sekarang proses pendinginan," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyerukan kepada masyarakat dan pihak tertentu agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja.

Selain itu, ia memastikan bahwa pemerintah tengah menyusun langkah penanganan kebakaran berupa skenario operasi modifikasi cuaca yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 27 hingga 30 Agustus mendatang.