Kabut Asap Kiriman Kalimantan Ancam Serasan Natuna, Sekolah Terancam Diliburkan
Agus Tri Harsanto August 26, 2026 12:07 PM

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kabut asap kiriman akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan mulai memberi dampak dan ancaman serius bagi masyarakat di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Natuna merupakan wilayah di Kepulauan Riau yang berada paling dekat dengan Kalimantan Barat.

Kabut asap paling parah terjadi di Pulau Serasan.

Kabut asap bahkan mulai mengganggu aktivitas warga di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur dalam sepekan terakhir.

Tak hanya menyelimuti daratan, kabut asap juga dilaporkan cukup tebal di wilayah perairan sekitar Serasan.

Kondisi tersebut membuat aktivitas nelayan lokal ikut terganggu lantaran jarak pandang di laut menjadi terbatas.

Seorang warga Serasan, Huda, mengatakan kabut asap masih berlangsung.

Namun, kondisi di daratan disebut mulai sedikit membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

"Ya di Serasan masih kabut asap. Kalau kemarin dan hari ini di daratannya tak terlalu tebal. Kalau dua hari lalu tebal, gunung sampai tak nampak," ujar Huda kepada TribunBatam.id, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, kabut asap tersebut diduga merupakan kiriman dari Kalimantan Barat, yang saat ini masih dilanda kebakaran lahan.

"Ini asap kiriman dari Kalbar. Kalau untuk sekolah di Serasan sampai saat ini belum ada instruksi untuk diliburkan," katanya.

Meski kondisi daratan mulai sedikit membaik, kabut asap di wilayah perairan justru masih cukup mengganggu.

"Nelayan juga cukup terganggu, karena kabut asap di laut lebih parah dan lebih tebal. Jarak pandang terbatas," tambahnya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Natuna.

Sekretaris Komisi I DPRD Natuna, M. Erimuddin, meminta pemerintah daerah meningkatkan langkah antisipasi apabila kualitas udara di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur kembali memburuk.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah warga mulai mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Erimuddin menyebut terdapat 34 pasien ISPA di dua kecamatan di Pulau tersebut.

Dari jumlah sementara tersebut, sebanyak 26 pasien menjalani rawat jalan, lima pasien mendapat penanganan di UGD, dan tiga pasien menjalani rawat inap.

"Yang jelas hari ini di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur itu sudah ada 34 pasien ISPA," ujar Erimuddin kepada TribunBatam.id.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama karena kelompok rentan seperti anak-anak, balita dan lansia lebih berisiko terdampak buruk dari kualitas udara yang menurun.

Erimuddin meminta pemerintah daerah tidak menunggu kondisi semakin parah untuk mengambil langkah antisipasi.

Jika dalam satu hingga dua hari ke depan kualitas udara semakin memburuk, ia menyarankan pemerintah mempertimbangkan kebijakan meliburkan sekolah di Serasan. 

"Berkaitan dengan hal ini, kami ingin sarankan jika kondisi makin memburuk, kami mengharap adanya tindakan dari pemerintah daerah untuk meminimalisasi dampak kabut asap ini, salah satunya dengan meliburkan anak sekolah," katanya.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama apabila kualitas udara tidak memungkinkan untuk aktivitas di luar ruangan.

Selain sekolah, kegiatan masyarakat di ruang terbuka juga diminta untuk dikurangi.

Erimuddin mengungkapkan, kualitas udara di Serasan sempat berada pada level yang mengkhawatirkan.

"Serasan ini secara geografis memang berada lebih dekat dengan Kalimantan Barat. Bahkan kabut asap di sana untuk kualitas udaranya atau AQI sempat di angka 292 hingga 400," ujarnya.

Meski demikian, Erimuddin mengatakan data tersebut masih perlu diperbarui dan dipastikan kembali akurasinya.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah bersama Puskesmas Serasan yang telah melakukan pembagian masker dengan cepat kepada masyarakat.

Pembagian masker dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk di kawasan pelabuhan bagi penumpang yang datang maupun berangkat dari Serasan.

"Kalau untuk pembagian masker sudah berjalan dan kami apresiasi langkah cepat ini Pemkab Natuna bersama Puskesmas Serasan," katanya.

Namun, menurutnya, langkah mitigasi perlu diperkuat dengan melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan desa.

"Kita minta juga Pemda dorong para camat dan Forkopimda untuk perkuat koordinasi dan mitigasi di masyarakat," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.

"Kalau memang tidak memungkinkan dengan kualitas udara, kurangi aktivitas di luar. Jika memang harus keluar, harus pakai masker," pungkasnya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.