Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Membangun perpustakaan pertama, maka kebutuhan bacaan tidaklah sedikit, terlebih penyaluran buku bacaan menjadi tantangan tersendiri dan terkadang memerlukan waktu yang begitu lama.
Namun, hal mustahil itu berhasil dipatahkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah mengabdi beberapa bulan di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah.
Mahasiswa KKN berhasil menyalurkan 1.600 buku terdiri dari buku bacaan dan buku tulis.
Ribuan buku tersebut mereka bawa dengan berat sekitar 243 kilogram.
Tak hanya koleksi buku, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan puzzle edukatif dan permainan tradisional sebagai sarana belajar sambil bermain bagi anak-anak.
Berpusat di daerah pelosok tempatnya di Negeri Administratif Wai Asih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, masyarakat akhirnya memiliki perpustakaan negeri.
Mahasiswa KKN berhasil mendirikan perpustakaan pertama di daerah pelosok, tak hanya itu, perpustakaan tersebut juga dilengkapi ribuan buku yang dibawa mahasiswa.
Fasilitas penunjang literasi ini diresmikan langsung oleh Kepala Negeri Administratif Wai Asih, Abdul Rosyid, pada Senin (21/8/2026) sore.
Langkah yang diambil oleh Sembilan mahasiswa KKN UIN SUKA sebagai kontribusi nyata mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 terkait pendidikan berkualitas di wilayah pelosok.
Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Bangun Perpustakaan di Negeri Administratif Wai Asih Malteng
Baca juga: Simak Poin Tuntutan Warga ke Pemerintah Soal Aksi Blokade Jalan Ahuru-Arbes
Kepala Negeri Wai Asih, Abdul Rosyid, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran perpustakaan tersebut.
Ia juga mendorong pemanfaatannya oleh masyarakat terlebih untuk anak-anak, tentu kehadiran perpustakaan menjadi wadah belajar untuk mereka.
"Kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga untuk program perpustakaan ini. Semoga ini menjadi wadah untuk anak-anak dapat belajar dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Wai Asih," katanya.
Abdul Rosyid juga mengungkapkan rencana ke depan agar perpustakaan ini dapat diikutsertakan dalam perlombaan tingkat kabupaten pada tahun mendatang.(*)