TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebanyak dua armada Damkar Manado dibantu dua Damkar dari TNI dan Polri dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Paniki Dua, Lingkungan V, Kecamatan Mapanget, kota Manado, provinsi Sulawesi Utara, Rabu (26/8/2026).
Danton Damkar dan Penyelamatan Dinas Damkar Manado Audi Frangky.
Amatan Tribunmanado com, sesuai pemadaman, para personel Damkar mengaso sejenak.
Mereka duduk di depan beranda sekolah sambil menyantap makanan dan minuman.
Kulit para petugas Damkar memerah setelah dua jam lamanya terpapar sinar matahari.
Baju biru yang mereka kenakan basah oleh keringat.
Belum lama mengaso, tiba-tiba datang laporan kebakaran.
Dari posisi santai, para anggota Damkar langsung mode siaga.
Mobil Damkar segera dipanaskan.
Tak lama kemudian para anggota naik dan mobil pun melaju ke TKP.
Danton Damkar dan Penyelamatan Dinas Damkar Manado Audi Frangky menyebut kejadian kebakaran meningkat pesat selama Agustus.
"Paling banyak kebakaran lahan," katanya.
Ungkap dia, dalam sehari, Damkar Manado dapat menangani beberapa kasus kebakaran.
Bahkan, pernah menangani 15 kasus dalam sehari.
"Pernah 15 kasus," katanya.
Ia mengaku banyak suka duka dialami tim Damkar dalam melakukan pemadaman.
Sebagai anggota Damkar, pihaknya siap sedia 24 jam untuk mengamati kasus kebakaran.
"Kami siap melayani masyarakat," katanya.
Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah agar kasus kebakaran lahan tak terus bertambah.
Panik melanda seisi SMK Negeri 10 Manado di Kelurahan Kairagi Dua, Lingkungan Lima, Kecamatan Mapanget, kota Manado, provinsi Sulut, Rabu (26/8/2026) pagi.
Pasalnya lahan di belakang sekolah itu terbakar hebat.
Kondisi lahan yang padat ilalang membuat api terus membesar dan kian mendekat ke sekolah.
Keadaan yang kian gawat itu membuat proses belajar langsung dibubarkan.
Para siswa perempuan dipulangkan.
Sedang para siswa diminta tinggal untuk membantu evakuasi peralatan praktek.
Namun sejumlah siswa perempuan urung balik kanan.
Mereka turut mengevakuasi peralatan praktek dari ruang kelas yang berdekatan dengan titik api bersama para siswa pria dan guru.
Springbed diangkut, begitu pula meja dan peralatan dapur lainnya.
Ada yang diangkat sendiri. Ada yang perlu diangkat berdua.
Ada pula yang musti diangkat beramai ramai.
Barang barang itu dibawa ke sebuah ruangan yang jauh dari titik api.
Segera ruangan itu berubah jadi lokasi pengungsian.
Barang barang praktek berserakan di lantai.
Beberapa siswa dan guru gabung bersama tim Damkar Manado, TNI dan Polri untuk memadamkan api.
Kepsek SMK Negeri 10 Manado Sem Kadimateng menuturkan, kebakaran terjadi saat siswa tengah belajar.
"Langkah awal adalah kami langsung melapor ke Damkar, setelah itu kegiatan belajar mengajar dibubarkan," katanya.
Danton Damkar dan Penyelamatan Dinas Damkar Manado Audi Frangky menuturkan, pihaknya langsung menuju ke TKP begitu masuk laporan.
Sebanyak dua armada Damkar beserta lima petugas langsung dikerahkan.
"Ada pula mobil pemadam dari Kodim dan Brimob," katanya.
Ungkap dia, pemadaman berlangsung selama satu setengah jam.
Kendala yang dialami pihaknya adalah angin yang kencang. (Art)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini