Pengakuan Sopir Bus yang Bawa Warga Pati untuk Demo Diteror OTK, SIM & Surat Diancam Dicabut
Laksmi Anindita August 26, 2026 02:54 PM

TRIBUNWOW.COM - Sopir bus yang hendak membawa warga Pati untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta mengaku mendapat teror dari orang tak dikenal (OTK) melalui WhatsApp pada Selasa (25/8/2026).

Dalam pesan tersebut, sopir mengaku diancam akan ditarik surat izin mengemudi (SIM) dan surat operasional bus apabila kendaraan tiba di Jakarta.

Baca juga: Antisipasi Aksi Massa, Polresta Tangerang Amankan Gerai Bank Mandiri Imbas Kasus Botok

Ancaman tersebut membuat sopir khawatir karena berkaitan dengan sumber mata pencahariannya. Ia kemudian melaporkan teror tersebut kepada koordinator aksi dari Pati untuk mendapatkan kepastian dan perlindungan.

Saat nomor yang disebut meneror tersebut coba dihubungi kembali, pelaku disebut tidak berani melakukan panggilan video.

Baca juga: Bawa Keranda ke DPR RI, AMPB Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati

Koordinator aksi kemudian meyakinkan sopir bahwa pihaknya akan bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu terhadap bus selama perjalanan menuju Jakarta.

Warga Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dijadwalkan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).

Dalam aksi tersebut, mereka akan menyuarakan tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset serta hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Teror terhadap sopir bus tersebut menjadi bagian dari rangkaian gangguan yang disebut dialami peserta aksi AMPB.

Meski demikian, AMPB menyatakan akan tetap menggelar aksi secara damai. Mereka juga meminta aparat menindak pihak yang berupaya memprovokasi peserta aksi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.