Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat menyampaikan mangkraknya pembangunan jembatan warga di Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, atau Jembatan Semongol diakibatkan komponen sejumlah alat berat untuk operasional pekerjaan dicuri.
"Ada komponen yang dicuri. Akinya juga hilang. Terus komponen spare part istilahnya kayak otaknya," kata Kasudin SDA Jakarta Barat, Mustajab saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Mustajab mengatakan suku cadang pengganti saat ini sedang dipesan.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan bagian peralatan agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya.
Setelah alat tersebut selesai digunakan untuk pekerjaan di Kali Semongol, alat itu rencananya akan dipindahkan untuk mendukung kegiatan lainnya.
"Spare part-nya lagi diorder. Saya juga sudah koordinasi dengan (Unit) Alkal juga secepatnya, karena alat ini kalau sudah selesai mau kita pindahkan untuk kegiatan lain," tutur Mustajab.
Sebagai solusi sementara, pihaknya akan membangun jembatan sementara di lokasi tersebut.
Pembangunan jembatan sementara, kata Mustajab, akan dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Adhi Karya.
"Yang akan kita perbaiki, tapi sifatnya tetap sementara, tapi yang lebih proper, sehingga warga yang menggunakan untuk menyeberang itu tidak mengkhawatirkan," kata Mustajab.
Menurut dia, pembangunan jembatan sementara dilakukan sembari menunggu proses normalisasi Kali Semongol selesai.
Saat ini, Dinas SDA tengah melakukan peningkatan kapasitas Kali Semongol dengan memasang sheet pile atau turap. Pemasangan tersebut menggunakan sheet pile precast.
Setelah normalisasi Kali Semongol selesai, jembatan permanen akan dibangun menggantikan jembatan sementara.
"Nanti kalau sudah selesai normalisasi Kali Semongol, di titik tersebut akan dipasang jembatan permanen," ujar Mustajab.
Pembangunan jembatan permanen tersebut sudah masuk dalam kontrak Dinas SDA. Rencananya, terdapat empat titik jembatan yang akan dibangun secara permanen.
"Kalau untuk jembatannya empat titik rencana," kata dia.
Adapun pekerjaan normalisasi Kali Semongol ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
Pekerjaan tersebut mencakup pengerukan serta pemasangan tanggul atau turap di sisi kanan dan kiri kali.
Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi pembangunan jembatan yang mangkrak di permukiman Jalan Warung Pojok RT 05 RW 02 Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
Struktur yang biasa disebut warga sebagai Jembatan Semongol itu sehari-hari digunakan sebagai akses menuju pasar dan sekolah.
Salah satu warga, Ana Haryanti, mengaku bahwa kondisi jembatan itu sebelumnya masih bagus. Namun, jembatan kemudian dibongkar petugas dengan alasan akan diperbaiki.
"Janjinya mau didandanin, cuma udah mau tiga tahun belum didandanin juga," kata Ana di lokasi, Senin (24/8).
Menurut Ana, sebelum dibongkar, jembatan tersebut berupa tembok dan dapat digunakan warga untuk melintas.
Sejak jembatan dibongkar, warga yang hendak menuju pasar terpaksa memutar lebih jauh.
Ana berharap pembangunan atau perbaikan jembatan tersebut dapat segera diselesaikan.
Tak hanya menjadi akses menuju pasar, jembatan tersebut juga digunakan anak-anak untuk menuju sekolah.
Ana mengatakan terdapat sekolah yang dapat diakses warga melalui jembatan tersebut.
"Anak sekolah juga bisa lewat sini. Itu kan sekolah, sebelah sini," ujarnya.





