POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ruang Rapat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Zein, Desa Padang, Kecamatan Manggar dipenuhi oleh para manajemen, dokter, tenaga kesehatan, hingga pimpinan daerah dan tim penilai untuk memulai agenda terkait peningkatan mutu pelayanan kesehatan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Survei Akreditasi RSUD Muhammad Zein yang diselenggarakan oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARSDHP). Proses penilaian ini menjadi tolak ukur bagi rumah sakit apakah telah memenuhi standar nasional atau tidak.
Hadir langsung Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, yang memberikan dukungan penuh terhadap pembenahan fasilitas medis daerah. Turut mendampingi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur, Dianita Fitriani, serta Plt. Direktur RSUD Muhammad Zein, dr. Rima Ramba.
Sementara itu, pihak lembaga penilai diwakili oleh dua ketua tim surveior LARSDHP, yakni dr. Harun Hudari dan Apt. Eva Yunila.
Rangkaian acara diawali oleh pemaparan dari Plt. Direktur RSUD Muhammad Zein, dr. Rima Ramba. Di hadapan Bupati dan tim penilai, dr. Rima memaparkan profil lengkap rumah sakit, cakupan layanan, hingga berbagai pembenahan infrastruktur dan sistem digitalisasi yang telah diterapkan untuk menunjang kenyamanan pasien.
Setelahnya, agenda dilanjutkan ke sambutan dari Bupati Kamarudin yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan sarana kesehatan publik. Sambutan juga disampaikan oleh ketua tim surveior, dr. Harun Hudari, mengenai urgensi keterbukaan data dan kontinuitas mutu pelayanan.
Adapun proses survei akreditasi ini sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 24, 26, hingga 27 Agustus 2026.
Khusus pada agenda hari kedua, Rabu (26/8), proses penilaian dipecah menjadi dua langkah.
Penilaian pertama diisi tahap wawancara mendalam terhadap jajaran pimpinan RSUD Muhammad Zein, termasuk dr. Rima Ramba.
Pada waktu yang bersamaan, ketua tim surveior kedua, Apt. Eva Yunila, melakukan peninjauan dan pengecekan langsung terhadap seluruh sarana serta fasilitas fisik rumah sakit. Penilaian lapangan mencakup kelayakan ruang perawatan, kesiapan alat medis, hingga kepatuhan protokol keselamatan kerja.
Ditemui di sela-sela kegiatan, Plt. Direktur RSUD Muhammad Zein, dr. Rima Ramba optimis untuk membawa RSUD Muhammad Zein meraih predikat tertinggi, yakni Akreditasi Paripurna. Namun, ia menekankan bahwa proses evaluasi saat ini jauh lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terlibat langsung dalam proses penilaian.
"Harapan saya, setelah akreditasi ini, kita tidak hanya berjuang saat ada penilaian saja, tetapi menjadikannya budaya kerja sehari-hari. Ini adalah pelayanan kepada seluruh masyarakat Belitung Timur dan siapapun yang datang berobat," ujar dr. Rima.
Lebih lanjut, Rima menyoroti pentingnya keselarasan tindakan medis dan standar akreditasi guna memberikan kepastian, baik bagi masyarakat penerima layanan maupun bagi tenaga medis itu sendiri.
Ia lalu mengatakan bahwa satu di antara poin penting dalam wawancara pimpinan adalah pengujian sistem tanggap darurat dan komplain. Saat ini, kata Rima, RSUD Muhammad Zein telah melengkapi fasilitas dengan sistem barcode pengaduan instan.
Melalui sistem tersebut, setiap keluhan pasien maupun insiden di lingkungan RS harus dapat diketahui oleh pimpinan dalam waktu maksimal 1x24 jam.
Terkait tahapan yang sudah dilalui, dr. Rima mengungkapkan bahwa proses survei telah berjalan sejak Senin (24/8) melalui verifikasi dokumentasi. Hasil verifikasi awal menunjukkan tren positif, di mana pencapaian Program Nasional rumah sakit telah menyentuh angka 100 persen.
Selain itu, integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dan rekam medis elektronik RSUD Muhammad Zein dengan platform SatuSehat milik Kementerian Kesehatan juga telah rampung 100 persen. Kini, fokus penilaian bergeser pada kepatuhan para petugas kesehatan di lapangan.
"Penilaian lapangan menguji apakah kepatuhan SOP tetap terjaga, seperti tata cara cuci tangan yang benar hingga penggunaan APD. Kadang dalam situasi tekanan kerja, prosedur bisa terabaikan, nah akreditasi ini memastikan kita tetap berjalan sesuai koridor yang ada," ucapnya.
Kepercayaan diri RSUD Muhammad Zein meraih predikat Paripurna didorong oleh matangnya persiapan. Sebelum survei resmi ini, pihak rumah sakit telah melalui rangkaian bimbingan teknis, Program Pelatihan Swadaya (PPS), in-house training, hingga simulasi yang melibatkan asesor berbeda-beda untuk menjaga objektivitas.
Untuk hasil, dr. Rima mengatakan pengumuman kelulusan akreditasi diperkirakan bakal keluar dalam waktu satu minggu ke depan.
Mengingat akreditasi yang kini diperbarui berkala setiap empat tahun sekali, ia menegaskan kembali bahwa pencapaian status Paripurna bukanlah titik akhir. Hasil penilaian diharapkan menjadi dasar dalam membudayakan pelayanan yang prima, bermutu, dan responsif bagi masyarakat luas. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)