SURYA.co.id, SURABAYA - Tingginya kebutuhan layanan kesehatan mental membuat kapasitas tempat tidur layanan jiwa di Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof. dr. Moeljono atau RS Menur Surabaya menjadi perhatian.
Direktur RSD Prof. dr. Moeljono, drg Vitria Dewi, M.Si., mengatakan rumah sakit tersebut memiliki total 400 tempat tidur.
Dari jumlah itu, sebanyak 362 tempat tidur diperuntukkan bagi layanan kesehatan jiwa. Sementara 38 tempat tidur lainnya digunakan untuk layanan nonjiwa.
Tingkat keterisian tempat tidur layanan jiwa dapat mencapai sekitar 80 persen. Bahkan, dalam kondisi tertentu, kapasitas tersebut hampir penuh setiap hari.
“Kalau tempat tidurnya itu full terus, itu sebenarnya warning,” kata Vitria ketika ditemui di Gedung Manajemen RSD Prof. dr. Moeljono, Rabu (26/8/2026).
Menurut Vitria, tingginya keterisian tempat tidur menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit, terutama ketika sewaktu-waktu ada pasien yang membutuhkan penanganan segera.
RSD Prof. dr. Moeljono, kata dia, memiliki komitmen untuk tidak menolak pasien. Karena itu, rumah sakit terus memikirkan sistem pelayanan agar pasien yang membutuhkan pertolongan tetap mendapatkan penanganan.
Kondisi tersebut juga mendorong RSD Prof. dr. Moeljono untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memperbaiki sarana pelayanan.
Vitria menjelaskan, berbagai upaya itu dilakukan agar proses perawatan pasien dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, pasien bisa kembali ke rumah setelah kondisinya memenuhi standar medis.
Ia menegaskan, percepatan perputaran tempat tidur bukan berarti pasien dipulangkan hanya karena rumah sakit membutuhkan ruang untuk pasien baru.
“Bukan dipulangkan karena platformnya tidak cukup terus pulang. Tapi memang dia sudah membaik, kondisinya memang dalam standar bahwa itu dia sudah bisa untuk pulang,” tegas Vitria.
Menurutnya, persoalan kapasitas tempat tidur juga menunjukkan pentingnya memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kesehatan mental sejak dini di luar rumah sakit.
Dengan begitu, rumah sakit tidak menjadi satu-satunya tempat bagi anak untuk mendapatkan pertolongan setelah mengalami persoalan kesehatan mental yang sudah berat.