BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN- Kebakaran yang terjadi di kawasan Gang Buntu, RT 45 Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur meminta korban jiwa.
Seorang bocah ditemukan meninggal dunia di antar puing-puing bangunan rumah yang terbakar, Rabu (26/8/2026) sore.
Pantauan TribunKaltim.co, di tengah cuaca cerah dan terik matahari sore yang menyengat, kobaran api membesar dengan cepat dan kian membakar hawa di sekitar lokasi kejadian.
Warga setempat panik melihat asap hitam yang terus mengepul di area permukiman padat tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran di SMPN 1 Kusan Hulu Tanahbumbu, Gudang Sekolah Ludes Terbakar
Nahas, musibah ini menelan korban jiwa. Seorang anak ditemukan meninggal dunia di lokasi kebakaran.
Tangis haru mewarnai proses evakuasi saat petugas menggendong jasad korban yang diselimuti kain rapat-rapat menuju ambulans.
Identitas pasti korban serta penyebab awal munculnya si jago merah masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Kebakaran di Karang Rejo, Balikpapan Tengah ini kali kedua terjadi di Kota Balikpapan dalam seminggu ini, setelah sebelumnya si Jago Merah mengamuk kawasan permukiman padat penduduk di RT 48 dan RT 49, Kelurahan Baru Ilir, Dahor, Balikpapan Barat, Kamis (20/8/2026) pagi.
Kobaran api melahap belasan rumah yang mayoritas berbahan kayu.
Asrani, salah satu warga terdampak mengaku kaget saat terbangun dan melihat api sudah membubung tinggi dari rumah tetangganya.
"Saya baru bangun tidur, api sudah besar. Api pertama kali muncul dari rumah milik warga, Misdar. Langsung cepat membesar karena kan rumah-rumah di sini bangunan kayu," tutur Asrani.
Asrani menambahkan, saat kejadian tidak terdengar adanya suara ledakan.
Baca juga: Kebakaran di Kompleks DPR Banjarmasin, Lurah Belitung Selatan Imbau Warga Periksa Instalasi Listrik
Menurutnya, api lambat disadari warga karena sebagian besar penghuni rumah sedang berada di luar untuk bekerja.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali mengatakan, pihaknya pertama kali menerima laporan pada pukul 09.30 Wita.
"Kondisi permukiman padat penduduk dan mayoritas rumah terbuat dari kayu membuat api cepat membesar. Setidaknya ada 8 unit rumah di bagian depan yang terdampak, sedangkan di bagian belakang masih dalam pendataan. Secara keseluruhan diperkirakan lebih dari 10 rumah yang terbakar," ujar Usman Ali di lokasi kejadian. (*)