Laporan Wartawan Magang, Samuel
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 109 peserta mengikuti pawai baris-berbaris (PBB) tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pangkalpinang, Rabu (26/8/2026).
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung yang menjadi panitia penyelenggara, Rita Amina, S.Pd., M.M., menyebut dari jumlah tersebut, dua kontingen tidak hadir tanpa kabar meski sempat mendaftar dan mengikuti technical meeting.
"Tidak ada konfirmasi. Mereka mendaftar, ikut technical meeting, tapi pada saat hari H pelaksanaan tidak ada kabar," ujar Rita.
Kedua kontingen yang absen tersebut secara otomatis didiskualifikasi dari penjurian tanpa dikenai denda. Hal tersebut dikarenakan pendaftaran pawai provinsi tersebut digratiskan.
Rita menambahkan, panitia tidak menerapkan seleksi ketat bagi peserta yang ingin ikut serta, melainkan hanya mensyaratkan ketentuan administratif yang tertuang dalam petunjuk teknis pendaftaran.
Lebih lanjut, Rita bersama panitia lainnya disebut telah siaga sejak pukul 06.30 WIB, dengan pendaftaran ulang peserta dimulai pukul 08.00 WIB. Hingga siang hari, sekitar 101 hingga 102 kontingen telah tampil di hadapan dewan juri.
"Alhamdulillah lancar," kata Rita saat ditanya soal kendala sepanjang pelaksanaan.
Pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas melibatkan sejumlah instansi selain Dinas Pendidikan selaku koordinator, di antaranya Dinas Kesehatan yang menyiagakan ambulans, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kota, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepolisian Resor Kota.
Jalan-jalan besar dan persimpangan utama diatur kepolisian, sementara jalan-jalan kecil ditangani Dinas Perhubungan.
Sistem buka-tutup jalan diterapkan secara situasional, dan rute yang dilalui peserta telah disosialisasikan kepada masyarakat sebelum acara berlangsung.
Salah satu kontingen yang tampil adalah SMP Negeri 8 Pangkalpinang, yang mengusung kostum busana adat Bangka Belitung, paksian, dipadukan dengan warna merah putih dan kuning.
"Kami padukan warna merah putih melambangkan bendera negara Indonesia, dan kami padukan warna kuning kejayaan untuk Bangka Belitung," kata pendamping guru SMP Negeri 8, Feren Anggraini.
Ia menyebut latihan penuh telah dilakukan sejak 3 Agustus, sementara kostum yang dikenakan merupakan hasil modifikasi dari kostum tahun sebelumnya.
Satu-satunya kendala yang disampaikan Feren adalah soal pengaturan jarak antarkontingen yang diatur oleh kepolisian di sepanjang rute.
Dari jenjang sekolah dasar, UPTD SD Negeri 1 Mendo Barat mewakili tingkat kecamatan setelah meraih juara satu putri pada pawai PBB tingkat Kecamatan Mendo Barat. Kepala UPTD SD Negeri 1 Mendo Barat, Zainab, S.Pd., mengatakan latihan telah berlangsung sepanjang Agustus.
Sementara itu, siswa peraih juara dua akan tampil pada pawai serupa di tingkat Kecamatan Merawang, di Desa Balunijuk, pada hari berikutnya. Zainab menyebut orang tua turut membantu persiapan siswa, mulai dari dukungan komite hingga paguyuban sekolah.
Di luar instansi sekolah, Kontingen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin turut ambil bagian untuk kali pertama tahun ini.
"Ini merupakan salah satu pengalaman baru atau pertama bagi tim RSUD Depati Bahrin untuk ikut pawai baris-berbaris tingkat provinsi," kata perwakilan RSUD Depati Bahrin, Nico Herdianza, yang menyebut persiapan timnya berlangsung sekitar satu minggu.
Ia mengaku tidak keberatan dengan penutupan sebagian ruas jalan selama acara berlangsung, karena informasi rute telah disosialisasikan lebih dahulu kepada masyarakat.(*)