Jakarta (ANTARA) - Sinar Mas Land optimistis Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) di Biomedical Campus, BSD City, Tangerang Selatan, dapat mendukung penguatan ekosistem digital Indonesia dalam menjembatani alih teknologi serta pendanaan ventura bagi perusahaan rintisan.

"Industri digital di Indonesia akan semakin berdaya dengan berada pada sebuah ekosistem yang memang diperuntukkan untuk hal itu, yakni Biomedical Campus,” kata Managing Director Sinar Mas Ferry Salman dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Ferry berharap lewat hub tersebut, akan semakin banyak inovator digital dan talenta di bidang kecerdasan buatan yang bersinergi dan bertemu dengan mitra global, mendorong peluang usaha baru semakin tersebar merata, termasuk membuat usaha mikro, kecil dan menengah naik kelas.

GSIH BSD City hadir lewat kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan Sinar Mas Land dengan skema Private Owned, Government Operated (POGO).

Dalam naungan kolaborasi ini, Sinar Mas Land mendukung penyediaan infrastruktur fisik, sementara pemerintah mengorkestrasi program dan jejaring ekosistem yang menghubungkan startup, talenta digital, industri, investor, akademisi, pemerintah, hingga mitra global.

Nantinya, GSIH BSD City akan berperan selain sebagai ruang bersama, juga menjadi pintu masuk bagi inovasi asal Indonesia untuk memperoleh akses terhadap mitra, pangsa pasar serta peluang berskala global.

CEO of Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan sebagai hub global, simpul yang berlokasi di Biomedical Campus itu diharapkan mampu menjembatani alih teknologi serta pendanaan ventura bagi perusahaan rintisan Indonesia.

"Selain itu juga berperan mengajak investor hadir ke negeri ini, sesuai dengan statusnya sebagai kawasan ekonomi khusus yang berfokus pada pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi digital serta ekonomi kreatif," kata Irawan.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang menghubungkan 10 kota guna memastikan talenta dan inovasi di berbagai daerah memiliki akses terhadap ekosistem teknologi, investor, industri, dan pasar yang lebih luas.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan GSIH berperan sebagai ruang kerja bersama bagi talenta, perusahaan rintisan (startup), akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat transformasi digital nasional.

GSIH menggunakan konsep Hub and Spoke. Sepuluh hub berada di Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya.

Sementara itu, spoke menjadi titik ekosistem daerah yang terhubung dengan hub, sehingga talenta, startup, dan inovasi lokal dapat masuk ke jejaring nasional.