Banjarbaru (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq selaku koordinator penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan mendukung strategi permanen mengatasi karhutla di Banjarbaru khususnya kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.
"Saatnya mengatasi karhutla yang terus berulang di Pengayuan dengan solusi permanen sebagaimana inisiasi kapolda lewat penyediaan sumber air pada kolam bioflok," kata dia saat meninjau posko penanggangan karhutla di Pengayuan, Rabu.
Dia mengakui selama ini api yang muncul lantaran keringnya lahan sulit dipadamkan karena sulitnya sumber air untuk pemadaman.
Namun dengan pembuatan kolam portabel yang diinisiasi Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan itu maka petugas tidak lagi kesulitan dalam penanggulangan.
"Masyarakat juga bisa dengan mudah mendapatkan air untuk memadamkan sendiri nantinya," ujarnya.

Hanif pun mendukung sepenuhnya penyediaan 144 kolam portabel itu untuk mencakup area seluas 900 hektare lahan kosong di Pengayuan.
Terutama 500 hektare lahan yang terus berulang terbakar setiap musim kemarau.
"Sumber air nantinya dipasok puluhan truk tangki yang mengambil dari embung terdekat termasuk pembuatan sumur bor di wilayah ini," tambahnya.
Wamenko pun kini mengaku lega solusi terbaik penanggulangan karhutla itu telah ditemukan lewat kolam bioflok dan sumur bor oleh kapolda dan didukung sepenuhnya Gubernur Muhidin.
"Jika tahun lalu kita bisa berharap dengan operasi modifikasi cuaca, namun kali ini kita benar-benar perang darat karena BMKG memprediksi hujan baru turun akhir November," tambahnya.





