TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dewan Pimpinan Daerah tingkat II atau DPD II Partai Golkar Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja menggelar Musyawarah Daerah (Musda).
Dari hasil Musda yang digelar pada Selasa (25/8/2026), sejumlah pengurus kecamatan Partai Golkar Konut tak terima.
Alasannya dari 13 Pimpinan Kecamatan atau PK yang memiliki suara, delapan diantaranya tidak terlibat dalam pengambilan keputusan musda yang menetapkan Satria Boikale sebagai Ketua Golkar Konawe Utara.
Sehingga, delapan pimpinan partai itu melayangkan protesnya.
Masing-masing yakni pimpinan kecamatan Motui, Kecamatan Sawa, Lasolo, Andowia, Asera, Oheo, Wiwirano dan Langgikima.
"Kami dari delapan perwakilan PK (pimpinan kecamatan) dapat memastikan hasil Musda yang dilaksanakan pada hari Rabu kemarin, tidak sah, karena dari tiga belas PK yang ada di Konawe Utara melakukan penolakan," ujar salah satu perwakilan Pimpinan Kecamatan, Anas saat melakukan konferensi pers di Kendari, Rabu (26/8/2026).
Hal tersebut, kata Anas sudah mereka sampaikan dalam surat yang dikirimkan kepada DPD I, sebelum Musda digelar.
Namun menurut Anas, surat tersebut diduga tidak diindahkan.
"Padahal penolakan tersebut sudah ditandatangi diatas materai oleh delapan PK," katanya.
Baca juga: Musda Golkar Sulawesi Tenggara Dijadwal Ulang 2 November, Pendaftaran Calon Ketua DPD Sudah Ditutup
Penolakan ini dilatarbelakangi karena, mereka menganggap dalam pelaksanaanya, Musda tersebut sudah diatur dan mengabaikan pemilik suara yakni para pimpinan kecamatan.
"Kami sebetulnya tidak mempermasalahkan, siapapun yang terpilih, tapi masalahnya Musda tersebut tidak sesuai dengan AD/ART," katanya.
Ia membantah kalau dalam Musda itu, Satria merupakan satu-satunya pendaftar.
"Dari awal itu dua calon, tapi dekat pelaksanaan. Tiba tiba mereka ngotot dan memaksakan satu nama," katanya.
Sebelumnya Satria Baikole terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Konawe Utara periode 2026-2031.
Satria terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 Partai Golkar Konawe Utara yang berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Tenggara, LM Raja Jinik, yang bertindak sebagai pimpinan sidang Musda, membenarkan keputusan tersebut.
Menurutnya, Satria menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftarkan diri hingga tahapan pendaftaran calon ketua ditutup.
Kondisi itu membuat forum Musda menetapkan Satria sebagai ketua secara aklamasi. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)