Fakta Viral Karhutla Papua Barat, Warga Bahu-membahu Padamkan Api hingga 200 Masker Dibagikan
Lailatun Niqmah August 26, 2026 10:54 PM

TRIBUNWOW.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Papua Barat hingga Rabu (26/8/2026).

Satu di antara titik kebakaran berada di Hutan Kampung Angresi, Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat.

Babinsa Kodim 1801 Manokwari bersama aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran (damkar), dan warga turun tangan untuk memadamkan api agar tidak meluas ke permukiman maupun lahan di sekitarnya.

Dilansir Kompas.com, Rabu (26/8/2026), Dandim 1801 Manokwari Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait mengatakan personel Babinsa dan kendaraan damkar dikerahkan untuk menangani titik api di kawasan tersebut.

Baca juga: Viral Pejabat BNPB Wawancara dari Kafe saat Gempa NTT, Ini Klarifikasi Berton Panjaitan

"Babinsa bersama aparat Kepolisian dan warga setempat bahu-membahu memadamkan kobaran api agar tidak meluas ke wilayah permukiman maupun lahan di sekitarnya," kata Davit, Selasa (25/8/2026).

Pemadaman dilakukan menggunakan mobil damkar dengan menyemprotkan air ke sejumlah titik api yang masih berkobar.

"Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan keselamatan personel dan masyarakat," ujarnya.

Davit juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. 

Baca juga: Karhutla Kalteng Makin Parah 500 Pompa Air dan 3 Helikopter Water Bombing Dikerahkan!

"Saya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila melihat adanya titik api untuk mencegah kebakaran meluas," katanya.

Polisi Bagikan 200 Masker di Tengah Kabut Asap

Sementara itu, dampak karhutla juga dirasakan warga di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Kabut asap yang muncul akibat karhutla membuat Polsek Bomberay bersama Puskesmas setempat melakukan pembagian masker kepada masyarakat.

Sebanyak 200 masker dibagikan di Tugu Pramuka, Kampung Bumi Miroh Indah, sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kabut asap.

Kapolsek Bomberay Iptu Aldin La Adi mengatakan pembagian masker dilakukan untuk membantu melindungi warga dari dampak asap karhutla.

"Sebanyak 200 masker dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap dampak asap karhutla yang dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan warga," ujar Aldin.

Aldin juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di tempat yang mudah terbakar.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya kebakaran. Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan dan jangan membuang puntung rokok yang masih menyala di tempat yang mudah terbakar,” ujar Aldin.

Ia turut mengingatkan pedagang bensin eceran agar menyimpan BBM dengan aman dan jauh dari sumber api.

Papua Barat Terima 28 Mobil Damkar

Penanganan karhutla di Papua Barat juga mendapat tambahan fasilitas pemadam kebakaran.

Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengatakan pihaknya menerima 28 mobil damkar dari Kementerian Pertahanan.

"Bantuan tersebut sudah kami terima dan menyebarkan ke Daerah untuk membantu pemerintah Daerah atasi karhutla," kata Christian.

Karhutla diketahui tersebar di sejumlah wilayah Papua Barat, mulai dari Manokwari, Fakfak, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak hingga Teluk Wondama.

Namun, dampak kabut asap paling dirasakan masyarakat di Kota Manokwari dan Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak.

Pemprov Papua Barat Evaluasi Penanganan Karhutla

Meluasnya titik api membuat Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan evaluasi penanganan karhutla.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengatakan Pemprov Papua Barat terus berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Kehutanan di tingkat kabupaten.

“Penanganan di lapangan masih dilakukan BPBD dan Dinas Kehutanan setempat. Namun, karena ada lonjakan titik api yang terjadi secara bersamaan, kami melakukan rapat evaluasi bersama Forkopimda,” kata Lakotani.

Rapat tersebut akan membahas perkembangan karhutla sekaligus kemungkinan menaikkan status penanganan.

Langkah tersebut diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengerahkan personel gabungan secara maksimal, sekaligus memperkuat dukungan anggaran dan fasilitas pemadam kebakaran.

“Peningkatan status penanganan, personel gabungan dapat digerakkan secara maksimal, termasuk dukungan anggaran dan fasilitas pemadam kebakaran,” pungkas Lakotani.

(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Ayesha Safwa Chacyrra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.