Iran Hancurkan Fasilitas Intelijen AS, Kerugian Infrastruktur Diperkirakan Tembus Rp 80 Triliun
Nathanael MoerRahardian August 27, 2026 12:42 AM

- Serangan Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan besar pada sejumlah pos intelijen dan perangkat pengawasan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat. 

Dikutip dari Al Mayadeen pada Rabu (26/8), kerusakan akibat serangan rudal dan drone Iran lebih luas dibandingkan kerusakan yang sebelumnya dialami badan intelijen AS. 

Kerusakan tersebut diperkirakan membutuhkan biaya miliaran dolar untuk diperbaiki. 

Kondisi itu bahkan mendorong Kongres AS mencari sumber pendanaan untuk memulihkan fasilitas yang terdampak. 

Pemerintah AS juga mulai mempertimbangkan pemindahan personel dan sumber daya intelijen dari sejumlah lokasi di kawasan tersebut. 

Kerusakan fasilitas tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan Pentagon, komunitas intelijen, dan Departemen Luar Negeri dalam menghadapi ancaman rudal serta drone. 

American Enterprise Institute memperkirakan biaya perbaikan infrastruktur yang rusak saja dapat mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp80 triliun. 

Perkiraan tersebut belum mencakup biaya penggantian perangkat intelijen maupun sistem persenjataan yang mengalami kerusakan. 

Serangan Iran sebelumnya dilaporkan menyasar lebih dari 100 target di sedikitnya 11 instalasi militer AS yang tersebar di tujuh negara. 

Negara-negara yang menjadi lokasi fasilitas terdampak antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Kuwait, Irak, dan Arab Saudi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.