TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasca terjadinya gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara timur, pada 15 Agustus 2026 lalu, hingga kini 27 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB telah terjadi ribuan gempa bumi susulan di daerah Nusa Tenggara Timur.
Informasi ini sebagaimana yang dilaporkan pihak BMKG melalui akun media sosial mereka pagi ini.
Update terbaru BMKG menyebut, total gempa bumi susulan pasca gempa bumi magnitudo 7,7 tersebut yakni sebanyak 8193.
Masing-masing magnitudo dari gempa susulan tersebut yakni yang terbesar adalah magnitudo 6.2.
Sementara yang terkecil adalah 1.0.
Kemudian magnitudo 5 ke atas.
Dari total 8193 guncangan gempa susulan, ada 146 gempa yang dirasakan.
Catatan:
Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah.
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.
Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.
BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini