Literasi Keuangan Mahasiswa UGM Jadi Tantangan, AIA Dorong Generasi Muda Jadi Duta Finansial
Ikrob Didik Irawan August 27, 2026 08:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mahasiswa didorong tidak hanya memahami cara mengakses layanan keuangan digital, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini.

Hal tersebut menjadi fokus PT AIA FINANCIAL (AIA) melalui program edukasi AIA SILABUS yang hadir di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Kegiatan yang digelar di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM tersebut diikuti lebih dari 150 mahasiswa.

Program ini menjadi perhatian di tengah masih rendahnya tingkat literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa tercatat 62,72 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 69,57 persen.

Di sisi lain, indeks inklusi keuangan kelompok tersebut mencapai 92,76 persen. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan sekitar 30 poin persentase antara akses terhadap layanan keuangan dan pemahaman dalam menggunakannya.

Duta Literasi

Melalui AIA SILABUS, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga diajak menjadi Duta Literasi.

Head of Corporate Communication AIA, Lia Merdekawaty, mengatakan mahasiswa memiliki posisi penting karena akan menjadi bagian dari penggerak ekonomi di masa depan.

“Di AIA, kami percaya bahwa kesehatan finansial merupakan bagian penting dari hidup yang lebih sehat, lebih lama, lebih baik. Melalui program AIA SILABUS, kami ingin membekali generasi muda dengan pemahaman dan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” ujar Lia.

EDUKASI KEUANGAN - PT AIA FINANCIAL (AIA) membawa bus edukasi AIA SILABUS ke Universitas Gadjah Mada (UGM), menghadirkan edukasi tentang pengelolaan keuangan bagi lebih dari 150 mahasiswa.
EDUKASI KEUANGAN - PT AIA FINANCIAL (AIA) membawa bus edukasi AIA SILABUS ke Universitas Gadjah Mada (UGM), menghadirkan edukasi tentang pengelolaan keuangan bagi lebih dari 150 mahasiswa. (Tribun Jogja)

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami cara mengatur anggaran, mengenali risiko keuangan, serta membangun kebiasaan berproteksi.

“Selain memberikan literasi keuangan, kami juga mengajak mahasiswa berpartisipasi sebagai Duta Literasi, untuk menginspirasi lingkungan terdekatnya tentang pentingnya pengelolaan finansial yang baik dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Para Duta Literasi nantinya dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman, keluarga, maupun komunitas. Aktivitas tersebut kemudian dilaporkan sebagai bagian dari penilaian untuk memilih duta yang paling aktif.

Belajar Mengatur Keuangan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan edukasi bersama Olivia Louise, Certified Financial Planner sekaligus kreator konten keuangan.

Materi yang diberikan mencakup tren dan risiko keuangan digital, mengenali kondisi finansial pribadi, membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas, hingga membangun kebiasaan mengelola uang secara konsisten.

Olivia mengatakan pengelolaan keuangan tidak harus menunggu seseorang memiliki penghasilan tetap.

“Banyak mahasiswa merasa perencanaan keuangan baru diperlukan ketika sudah memiliki penghasilan tetap. Padahal kebiasaan finansial dapat dibangun sejak sekarang, berapa pun uang yang dimiliki, mulai dari mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga menyisihkan dana secara konsisten,” ujar Olivia.

“Langkah sederhana itu yang membuat mahasiswa lebih siap mengambil keputusan finansial ke depan,” tambahnya.

Edukasi Interaktif

AIA SILABUS juga menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda.

Edukasi tidak hanya dilakukan melalui sesi pemaparan, tetapi juga workshop, kuis, permainan bertema finansial, hingga penampilan musisi Meiska.

Kehadiran bus edukasi AIA SILABUS tersebut menjadi sarana AIA untuk memperluas pemahaman finansial sekaligus mengajak mahasiswa lebih aktif membahas persoalan pengelolaan uang.

Melalui program tersebut, AIA menargetkan lahirnya ratusan Duta Literasi Keuangan yang dapat membantu memperluas edukasi finansial di lingkungan masing-masing.

AIA menilai peningkatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses layanan keuangan.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap produk finansial, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. (*/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.