Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pendidikan terhadap siswa penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di SMA Taruna Kasuari Nusantara, Manokwari, Papua Barat.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pendidikan, proses adaptasi, serta pembentukan karakter siswa penerima manfaat beasiswa YPMAK.
YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan SMA Taruna Kasuari Nusantara dalam mendidik anak-anak asal Mimika.
Baca juga: Siswa Penerima Beasiswa YPMAK Bangga Ikut Paskibraka Papua Barat
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia Papua yang berkualitas, berdaya saing dan memiliki karakter yang kuat.
Dalam kegiatan Monev tersebut hadir Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pendidikan YPMAK Erlina Etti Timang, Staf Monev Pendidikan YPMAK Monica Ana Ero Kemong, Kepala Sekolah SMA Taruna Kasuari Nusantara Brigjen TNI (Purn.) Yusuf Ragainaga, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Saban Budi Cahyono, serta para siswa penerima beasiswa YPMAK.
Kepala Sekolah SMA Taruna Kasuari Nusantara Brigjen TNI (Purn.) Yusuf Ragainaga menyampaikan terima kasih kepada tim YPMAK yang telah datang dan melihat langsung kondisi para siswa.
Menurutnya, keberadaan tim penting untuk mendengarkan keluhan, masukan dan melihat proses adaptasi siswa selama mengikuti pendidikan dan kehidupan di asrama.
Baca juga: Unipa Dorong Peningkatan Prestasi dan Life Skill Penerima Beasiswa YPMAK
"Nanti dapat dilihat bagaimana mereka beradaptasi dengan situasi kehidupan di sini, bagaimana pola asrama. Di sini juga ada pamong dan pembina yang mengendalikan," ujarnya di Ruang Kepala SMA Taruna Kasuari Nusantara, Manokwari, Provinsi Papua Barat, Rabu (26/8/2026).
Ia berharap melalui kunjungan tersebut tim YPMAK dapat berdiskusi langsung dengan para siswa dan mengetahui kondisi mereka selama berada di sekolah.
Sementara itu, Kepala Divisi Monev Pendidikan YPMAK Erlina Etti Timang mengatakan, monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan anak-anak Amungme, Kamoro dan lima suku kerabat YPMAK yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
"Kami mau melihat program pendidikan ini berdampak atau tidak. Kami akan melihat hasilnya melalui monitoring dan diskusi dengan anak-anak," kata Erlina.
Baca juga: 12 Hari Tidur Beralas Tanah, Pengungsi Gempa Manggarai Timur Mulai Sakit-sakitan
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Divisi Program Pendidikan YPMAK sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan program pendidikan, termasuk untuk penerimaan angkatan baru.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Taruna Kasuari Nusantara, Saban Budi Cahyono menjelaskan, pada angkatan pertama tahun ajaran 2025/2026 terdapat enam siswa penerima beasiswa YPMAK.
Enam siswa tersebut terdiri dari tiga anak Kamoro dan tiga anak Amungme.
Baca juga: Diduga Caci-maki Bupati Piter Gusbager, Oknum Anggota DPR Keerom Inisial AMB Dilaporkan
Menurut Saban, pada semester pertama para siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Meski demikian, pada awal masuk sekolah mereka membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
"Memang di awal mereka menyesuaikan dulu dengan lingkungan. Siswa kami berasal dari tujuh kabupaten di Papua Barat, sehingga mereka belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di sekolah," jelasnya.
Memasuki semester berikutnya, kata dia, para siswa menunjukkan perkembangan. Mereka semakin percaya diri dan mampu bergaul dengan teman-teman dari daerah lain.
Pihak sekolah juga memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan.
Baca juga: Kantor BPBD Puncak Papua Tengah Terbakar, Seluruh Bangunan dan Isi Ludes
Salah satunya adalah Servandus Karuwe yang terpilih sebagai anggota Paskibraka Provinsi Papua Barat tahun 2026.
"Kita lihat potensi masing-masing siswa sehingga semua kegiatan kami libatkan mereka. Sekolah juga mendorong dan memberikan ruang serta kesempatan bagi siswa untuk berprestasi," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, tim Monev YPMAK juga berdiskusi langsung dengan para siswa mengenai proses adaptasi dan kebutuhan mereka selama mengikuti pendidikan.
Salah satu siswa, Viky Beanal, menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya terkait mekanisme uang saku yang diharapkan dapat diberikan setiap bulan.
Baca juga: Kabupaten Sarmi Tampilkan Ikan Asin Tenggiri hingga Busana Kulit Kayu di Festival Danau Sentani
Ia juga mengusulkan dukungan perangkat laptop untuk membantu siswa dalam mengerjakan tugas dan melakukan presentasi.
Sementara itu, siswa penerima beasiswa YPMAK, Servandus Karuwe, mengatakan pendidikan yang diterimanya di SMA Taruna Kasuari Nusantara sudah berjalan dengan baik.
Ia mengaku telah mampu menyesuaikan diri dengan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah.
Menurutnya, lingkungan sekolah memberikan pengalaman baru sekaligus mendorong siswa untuk berkembang dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Perlu diketahui jumlah total siswa penerima beasiswa YPMAK di SMA Taruna Kasuari Nusantara sebanyak 12 orang.(*)