600 Ribu Bibit Kopi dan 1,8 Juta Kakao Disiapkan Gratis untuk Petani Lampung
taryono August 27, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Pengembang benih lokal di Kabupaten Lampung Tengah menyiapkan 600.000 batang bibit kopi Robusta dan 1,8 juta batang bibit kakao untuk mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Baca juga: Pasukan dan Teknologi Dikerahkan, Titik Api Baru Kembali Muncul di TN Way Kambas

Bibit tersebut akan disalurkan secara gratis kepada kelompok tani di sejumlah kabupaten di Lampung.

Direktur CP Hikmah Tani, Agus Setiawan, mengatakan 600.000 batang bibit kopi Robusta varietas Propelgitim dialokasikan untuk Kabupaten Pesisir Barat dan Tanggamus.

Sementara itu, sebanyak 1,8 juta batang bibit kakao terdiri dari varietas MCC 02, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2.

Bibit kakao tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan di Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah.

Khusus Lampung Tengah, alokasi penyaluran mencakup lahan seluas 500 hektare.

"Bibit kakao tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan di tiga wilayah utama, yakni Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, serta Lampung Tengah yang mendapatkan alokasi penyaluran seluas 500 hektar," kata Agus, Rabu (26/8/2026).

Menurut Agus, seluruh bibit akan disalurkan tanpa pungutan biaya kepada kelompok tani.

Pendistribusian dijadwalkan mulai awal musim hujan, paling lambat pada November hingga Desember 2026.

Agus menjelaskan, proses pembibitan hingga pendistribusian dilakukan dengan pengawasan dan mengikuti ketentuan pengadaan yang berlaku.

Pengadaan bibit tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Sejak berdiri pada tahun 2009, CP Hikmah Tani telah berkembang dari pengerjaan proyek mandiri, skala APBD, hingga kini dipercaya menangani pengadaan benih APBN skala nasional," ujar Agus.

Ia menegaskan tidak ada pungutan biaya kepada kelompok tani, mulai dari proses pembibitan, pengolahan lahan, hingga penerimaan bibit di tingkat kelompok.

Selain untuk mendukung penyediaan bibit perkebunan, kegiatan pembibitan tersebut juga menyerap tenaga kerja lokal.

CP Hikmah Tani mengelola lahan pembibitan seluas 12 hektare yang tersebar di Desa Mekarjaya, Kecamatan Bangunrejo.

"Setiap hari kami mempekerjakan sekitar 70 tenaga kerja lokal untuk pemeliharaan dan perawatan bibit," kata Agus.

Soroti Perbaikan Sistem Perbenihan

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas dan keaslian bibit perkebunan dalam mendukung program pemerintah.

Amran juga mengingat kembali langkah tegas yang pernah diambilnya terhadap pejabat yang bertanggung jawab atas pengadaan bibit kelapa yang tidak sesuai standar.

Menurut Amran, pengawasan terhadap kualitas bibit merupakan bagian penting dalam memastikan bantuan pemerintah diterima petani sesuai ketentuan.

Ia menekankan keberhasilan program pertanian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari petugas penyuluh lapangan, pemerintah daerah, perangkat desa, hingga aparat penegak hukum.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen, mulai dari tim perkebunan, para petani, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, camat, bupati, gubernur, hingga jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan yang terus mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan bebas dari praktik korupsi demi terwujudnya kemandirian pangan Indonesia," kata Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung kesiapan dan kualitas pembibitan tanaman di Lampung bersama jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan, Rabu (26/8/2026).

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.