TRIBUNGORONTALO.COM – Aprilia Pratiwi Abas, siswi kelas XI SMAN 3 Kota Gorontalo itu akhirnya mewujudkan mimpinya dan mendapat kepercayaan menjadi pembawa baki pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Gorontalo, Senin (17/8/2026).
Bagi Aprilia, kepercayaan tersebut bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar.
Ia harus melewati proses seleksi dan latihan yang panjang hingga menghadapi rasa tegang saat menjalankan tugas di hadapan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Aprilia menceritakan pengalaman tersebut, termasuk dukungan keluarga hingga cita-citanya menjadi abdi negara.
Berikut wawancara TribunGorontalo.com dengan Aprilia Pratiwi Abas:
Bagaimana perasaan Aprilia ketika pertama kali mengetahui dipercaya menjadi pembawa baki?
Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena ini bukan hanya tentang saya, tetapi ini untuk Indonesia.
Saya masih bisa dipercayakan untuk menjalankan tugas negara dan memiliki tanggung jawab besar sebagai pembawa baki.
Apa yang pertama kali dipikirkan ketika ditugaskan menjadi pembawa baki?
Perasaan saya campur aduk karena ini pasti menjadi mimpi bagi setiap putri yang terpilih menjadi Paskibraka untuk merasakan menjadi pembawa baki.
Apalagi bisa berhadapan langsung dengan gubernur. Jadi ada rasa bangga, tetapi juga tegang dan deg-degan.
Bagaimana proses sampai akhirnya Aprilia terpilih menjadi pembawa baki?
Prosesnya cukup panjang, mulai dari seleksi sekolah, kota, sampai ke provinsi.
Untuk pembawa baki, kami dites satu per satu. Itu dilihat dari sikap kita, cara kita bisa menahan napas dengan tenang dan postur kita.
Pasti ada evaluasinya. Kami juga harus tetap berdoa dan Alhamdulillah saya bisa dipercayakan.
Kapan Aprilia mengetahui terpilih menjadi pembawa baki?
Saat itu kami masih latihan biasa. Kami semua dites dan saat latihan di rumah dinas terbagi menjadi dua tim, yaitu tim Aleo dan tim Anoa.
Kemudian kami diumumkan pada hari H agar tetap bisa melaksanakan persiapan. Saya dipilih menjadi pembawa baki pada pagi hari.
Bagaimana reaksi keluarga ketika mengetahui Aprilia menjadi pembawa baki?
Respons keluarga saya sangat bangga dan terharu.
Sebelum saya meninggalkan keluarga di rumah, saya menitipkan pesan dan mendoakan saya agar bisa terpilih menjadi pembawa baki.
Alhamdulillah, ketika saya mendapatkan kepercayaan itu, keluarga sangat bangga.
Bagaimana proses latihan sampai hari pelaksanaan upacara?
Latihannya cukup asyik karena itu bagian dari proses kita untuk menahan rasa lelah dan panas.
Apalagi ketika kaki terasa kram. Tetapi Alhamdulillah, dari semua itu kita bisa merasakan hasilnya ketika menjalankan tugas dengan baik.
Apa tantangan Aprilia saat menjalankan tugas sebagai pembawa baki?
Tantangan saya yaitu merasakan tegang dan deg-degan.
Kalau kita terlalu tegang, itu bisa membuat kita melakukan kesalahan. Karena itu saat pelaksanaan saya mencoba menjalankan tugas dengan hati yang tenang.
Apakah sempat merasa takut melakukan kesalahan saat bertugas?
Ya, saya pernah merasa tegang, apalagi ketika berhadapan langsung dengan gubernur.
Dari situ saya mengingat kata pelatih, jika kita melaksanakan dengan hati tenang, kita akan melaksanakan pengibaran itu dengan tenang dan pasti akan dilancarkan.
Apa yang Aprilia rasakan setelah seluruh tugas sebagai pembawa baki selesai?
Yang saya rasakan adalah terharu karena pengorbanan ini cukup terbayar.
Apalagi saat itu saya merasa tegang, tetapi saya bisa mengendalikan rasa tegang tersebut.
Alhamdulillah, kita bisa menjalankan tugas sebagai pembawa baki dengan sukses.
Apa kesan yang paling membekas selama mengikuti latihan hingga bertugas?
Kalau untuk saya, saya mengingat bahwa pahlawan itu berjuang dengan darah, sedangkan kita hanya berjuang dengan latihan.
Dari situ saya terpikir bahwa kita harus tetap semangat dan harus meningkatkan kedisiplinan.
Apakah sejak kecil memang sudah suka dengan kegiatan baris-berbaris?
Kebetulan sejak SMP saya mengikuti Pramuka dan di sana ada latihan baris-berbaris.
Untuk Paskibraka ini sudah saya mimpikan sejak kecil.
Bagaimana dukungan dari keluarga?
Alhamdulillah, dukungan keluarga itu 100 persen.
Ibu saya selalu mendoakan saya dan tetap mengirimkan pesan untuk saya agar tetap semangat dan menjaga nama keluarga.
Apa pesan atau nasihat orang tua yang paling Aprilia ingat sebelum menjalankan tugas?
Nasihat dari orang tua saya yaitu jagalah nama baik keluarga, jangan pernah meninggalkan salat dan tetap menjaga disiplin.
Bagaimana dukungan dari pihak sekolah?
Alhamdulillah, dukungan pihak sekolah sangat berarti buat kami.
Dukungannya juga 100 persen. Pihak sekolah tetap memberikan dukungan selama kami menjalani proses ini.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kami juga melaksanakan penyambutan dari pihak sekolah.
Apakah ada hadiah dari pemerintah atau pihak sekolah?
Untuk pemerintah pasti ada hadiahnya. Untuk sekolah tadi kami melaksanakan penyambutan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, apakah ada rencana jalan-jalan?
Kebetulan ada rencana untuk jalan-jalan ke Manado, tetapi itu masih diperbincangkan lagi.
Setelah pengalaman menjadi pembawa baki, apa cita-cita Aprilia ke depan?
Cita-cita saya ke depan yaitu menjadi abdi negara, menjadi Akpol.
Apa pesan Aprilia kepada pelajar lain yang ingin mengikuti Paskibraka?
Jangan takut mencoba. Pasti berat, tetapi dari semua kesulitan pasti ada kemudahan.
Jangan takut untuk mencoba. Kalau memang memiliki keinginan, coba saja terlebih dahulu. Tetap semangat, disiplin dan jangan lupa berdoa.
Apa pesan terakhir Aprilia setelah menjalani pengalaman sebagai pembawa baki?
Saya bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan tugas negara.
Bagi saya, menjadi pembawa baki bukan hanya tentang kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab yang harus dijalankan dengan baik.
Untuk teman-teman pelajar, jangan takut mencoba. Kalau ada kesulitan, jangan langsung menyerah, karena dari semua kesulitan pasti ada kemudahan.
Profil Aprilia Pratiwi Abas:
Nama: Aprilia Pratiwi Abas
Tempat, tanggal lahir: Gorontalo, 3 April 2010
Umur: 16 tahun
Alamat: Jl. Gelatik, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo
Sekolah: SMAN 3 Kota Gorontalo, kelas XI
Anak ke: 3 dari 3 bersaudara. (*)