BANGKAPOS.COM - Begini cara mengatasi desil bansos yang tidak sesuai dengan kondisi kesejahteraan keluarga.
Masyarakat kini dapat mengecek posisi sosial ekonomi keluarganya dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online.
Salah satu informasi yang dapat dilihat adalah desil atau peringkat kesejahteraan sosial ekonomi.
Pengecekan tersebut cukup dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP.
Informasi mengenai desil penting diketahui karena menjadi bagian dari pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan sasaran program bantuan sosial.
Melalui DTSEN, setiap keluarga dikelompokkan berdasarkan kondisi sosial ekonominya.
Masyarakat dapat mengecek informasi tersebut secara mandiri melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Baca juga: Kekayaan Riduan, Dirut Bank Mandiri Minta Maaf Soal Rekening Diblokir, di LHKPN Punya 12 Kendaraan
Lantas, apa yang dimaksud dengan desil, bagaimana cara mengeceknya menggunakan NIK, dan apakah masuk desil tertentu berarti pasti menerima bansos?
Berikut penjelasannya.
Desil merupakan peringkat yang menunjukkan posisi relatif sebuah keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonominya. Dalam DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan, yakni desil 1 hingga desil 10.
Secara umum, setiap kelompok mewakili sekitar 10 persen keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Penentuan desil tidak hanya melihat besarnya penghasilan.
Berbagai kondisi sosial ekonomi juga dapat menjadi pertimbangan, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, penggunaan listrik, kepemilikan aset, serta indikator lainnya.
Peringkat tersebut juga dapat berubah. Apabila kondisi ekonomi dan sosial keluarga mengalami perubahan atau terdapat pembaruan data, posisi desil yang tercatat dapat ikut berubah.
Pengecekan desil dapat dilakukan secara daring menggunakan ponsel, laptop, maupun komputer.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Buka browser pada ponsel atau komputer.
Masuk ke laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Masukkan NIK sebanyak 16 digit sesuai yang tercantum pada KTP.
Masukkan kode captcha yang tersedia.
Klik tombol "CARI DATA".
Tunggu hingga sistem menyelesaikan proses pencarian.
Jika data ditemukan, informasi mengenai keluarga akan ditampilkan oleh sistem.
Informasi yang muncul dapat berupa identitas keluarga, posisi desil, status kepesertaan bantuan sosial, hingga periode bantuan jika tersedia dalam sistem.
Angka desil menunjukkan posisi keluarga dalam pemeringkatan sosial ekonomi. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan relatifnya. Sebaliknya, semakin besar angka desil, semakin tinggi posisi sosial ekonomi relatif keluarga tersebut.
Gambaran sederhananya sebagai berikut:
Desil 1: sekitar 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
Desil 2: kelompok yang berada satu tingkat di atas desil 1.
Desil 3: kelompok berikutnya dalam pemeringkatan.
Desil 4: termasuk dalam 40 persen kelompok keluarga dengan posisi kesejahteraan relatif terbawah.
Desil 5: kelompok dengan posisi kesejahteraan menengah bawah.
Desil 6-10: mencakup keluarga dengan posisi sosial ekonomi mulai dari tingkat menengah hingga relatif lebih tinggi.
Dengan demikian, desil 1 merupakan posisi paling bawah dalam pemeringkatan, sementara desil 10 berada di posisi paling atas.
Perlu dipahami bahwa desil bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang menerima bantuan sosial.
Setiap program bansos memiliki persyaratan dan mekanisme penetapan penerima masing-masing. Karena itu, masuk ke dalam desil tertentu tidak secara otomatis membuat seseorang menjadi penerima bantuan.
Berdasarkan informasi pada laman Cek Bansos Kemensos, keluarga yang masuk desil 1 hingga desil 4 atau kelompok 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai sasaran Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako.
Sementara itu, keluarga yang berada pada desil 5 dapat diusulkan menjadi peserta PBI-JK.
Namun, posisi desil tetap hanya menjadi salah satu komponen dalam proses penentuan penerima. Artinya, seseorang yang berada pada desil tertentu belum tentu mendapatkan bansos karena masih ada kriteria lain yang harus dipenuhi.
Bagaimana Jika Desil Tidak Sesuai Kondisi?
Kondisi sosial ekonomi keluarga tidak selalu sama sepanjang waktu. Perubahan pekerjaan, penghasilan, aset, kondisi tempat tinggal, maupun keadaan sosial lainnya dapat memengaruhi kondisi sebuah keluarga.
Jika masyarakat menilai desil yang tercatat sudah tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, pembaruan data dapat diajukan melalui jalur yang tersedia.
Masyarakat dapat melaporkan perubahan kondisi melalui pemerintah desa atau kelurahan maupun dinas sosial. Pengajuan pembaruan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos sesuai prosedur yang berlaku.
Data yang diajukan nantinya dapat melalui tahapan verifikasi dan pemutakhiran sebelum digunakan dalam proses pemeringkatan berikutnya.
Karena itu, masyarakat sebaiknya memastikan data kependudukan serta informasi sosial ekonomi keluarga selalu diperbarui sesuai kondisi terbaru.
Pengecekan desil dapat membantu masyarakat mengetahui posisi keluarganya dalam DTSEN sekaligus memahami kemungkinan keterkaitannya dengan berbagai program bantuan pemerintah.
Meski demikian, NIK merupakan data pribadi yang perlu dilindungi. Masyarakat disarankan melakukan pengecekan hanya melalui kanal resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Hindari memasukkan NIK, nomor KTP, atau data pribadi lainnya ke situs maupun layanan pihak ketiga yang tidak jelas keamanannya.
Dengan menggunakan kanal resmi pemerintah, masyarakat dapat mengecek informasi desil sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan data pribadi.
(Bangkapos.com/Tribunnews)