- Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln yang dikirim ke Timur Tengah kini menjadi sasaran sindiran Iran.
Teheran menilai misi panjang USS Abraham Lincoln justru memperlihatkan sisi lain kekuatan militer Washington.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan sindiran itu melalui unggahan di media sosial X.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Baghaei menyoroti pengerahan kapal induk AS pada Kamis (27/8).
Menurut Baghaei, AS awalnya mengirim USS Abraham Lincoln untuk menunjukkan kemampuan dan kekuatan militernya.
Namun, Baghaei menilai pengerahan tersebut justru menghadapi tantangan setelah kapal menjalankan misi dalam waktu panjang.
Ia kemudian menyoroti kondisi USS Abraham Lincoln yang disebut telah beroperasi selama berbulan-bulan di laut.
Baghaei mengatakan kapal tersebut telah menjalani operasi lebih dari 200 hari tanpa singgah di pelabuhan.
Kini, USS Abraham Lincoln disebut sedang menuju Thailand untuk beristirahat sekaligus memberikan waktu bagi para awak.
Sindiran itu menjadi bagian dari kritik Iran terhadap strategi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Teheran berusaha menggambarkan pengerahan kapal induk bukan hanya sebagai simbol kekuatan militer AS.
Menurut Iran, operasi panjang juga menunjukkan adanya keterbatasan ketika kapal dan awak terus berada di laut.
Salah satu hal yang ikut menjadi perhatian adalah kondisi para awak yang menjalani penugasan panjang.
Lamanya kapal berada di laut membuat persoalan kesejahteraan personel ikut mendapat sorotan.
Sejumlah keluarga pelaut disebut khawatir terhadap kondisi kesehatan mental awak selama menjalani penugasan tersebut.
Kekhawatiran itu berkaitan dengan tekanan operasi dan lamanya waktu awak berada jauh dari keluarga.
Para awak memiliki tanggung jawab besar menjaga kapal tetap beroperasi dan siap menjalankan setiap misi.
Mereka juga harus merawat berbagai sistem serta mendukung aktivitas penerbangan pesawat yang berada di atas kapal.
Setelah menjalani penugasan panjang, USS Abraham Lincoln kini menuju Thailand untuk beristirahat bersama para awaknya.