TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, menyebut adanya kemungkinan miss komunikasi yang membuat isu keretakan hubungan Golkar dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo berkembang di ruang publik.
Ghalieb mengatakan, dirinya heran karena isu tersebut mendapat respons dari sejumlah kader Partai Demokrat Gorontalo yang merupakan bagian dari koalisi pemerintah serta tim komunikasi Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Padahal, menurut Ghalieb, Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo belum pernah menyampaikan secara resmi substansi hasil rapat fraksi kepada publik.
Baca juga: WhatsApp Akui Salah Sistem, Banyak Akun Pengguna Indonesia Sempat Terblokir
"Saya juga heran kenapa teman koalisi bahkan Pemprov harus seserius itu memberikan klarifikasi, tanggapan serta bantahan atas isu-isu tersebut," kata Ghalieb kepada Tribungorontalo.com, Kamis (27/8/2026).
Ghalieb menjelaskan, Fraksi Golkar sebelumnya menggelar rapat pada Senin (24/8/2026).
Namun, hasil rapat tersebut hingga Kamis (27/8/2026) masih dalam proses untuk dilaporkan dan dikonsultasikan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.
"Hasil rapat fraksi sampai hari ini masih dalam penjadwalan untuk dilaporkan dan dikonsultasikan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo. Saya bahkan sudah cek ke teman-teman fraksi, semua mengatakan tidak pernah menjelaskan hasil rapat fraksi ke media," ujarnya.
Menurut Ghalieb, klarifikasi dari kader koalisi maupun Pemerintah Provinsi Gorontalo sebenarnya merupakan hal yang wajar apabila dilakukan untuk menjaga stabilitas politik dan pemerintahan.
Namun, ia menilai komunikasi langsung antarkader koalisi dapat dilakukan lebih dahulu sebelum persoalan tersebut berkembang menjadi pembahasan di ruang publik.
"Kalau saja sempat terpikirkan ke teman-teman koalisi pada saat itu untuk bertanya langsung pada kami, kawan akrab sesama koalisi, terkait munculnya berbagai isu miring tersebut, mungkin tidak perlu seserius itu membantah dan mengklarifikasi ke publik," katanya.
Ghalieb kemudian menyinggung komunikasi di antara partai-partai pendukung pemerintahan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah.
Menurutnya, komunikasi di antara partai koalisi tersebut belakangan tidak lagi berlangsung seintens sebelumnya.
"Mungkin partai koalisi pendukung pemerintahan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah ini sudah jarang berkomunikasi dengan intens sehingga bisa sampai terjadi miss komunikasi sedramatis itu," ujarnya.
Ghalieb kemudian menggambarkan kondisi tersebut seperti hubungan dua orang teman yang sebelumnya akrab, tetapi sudah jarang bertemu.
"Begitulah jika teman akrab tapi sudah jarang berjumpa," kelakar Ghalieb.
Ia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai substansi hasil rapat Fraksi Golkar yang disebut belum disampaikan kepada publik.
Ghalieb hanya memastikan hasil rapat tersebut masih menunggu penjadwalan untuk dilaporkan dan dikonsultasikan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo.