68,8 Hektare Hutan dan Lahan di Kota Sorong Terbakar, BPBD Catat 35 Kejadian, Bentuk Grup Darurat
Intan August 27, 2026 05:28 PM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Papua Barat Daya, mencatat sebanyak 68,8 hektare hutan dan lahan terbakar sejak 21 Juli hingga 25 Agustus 2026.

Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone, mengatakan luasan tersebut merupakan hasil asesmen sementara BPBD terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Sorong.

“Data ini merupakan hasil asesmen sementara BPBD,” kata Herlin di Sorong.

Berdasarkan data BPBD Kota Sorong, sejak 21 Juli hingga 31 Juli 2026 tercatat sebanyak 13 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar sekitar 26,5 hektare dan 21 titik api.

Sementara pada 1 hingga 25 Agustus 2026, jumlah kejadian karhutla mencapai 22 kasus dengan luas hutan dan lahan yang terbakar sekitar 42,3 hektare serta 24 titik api.

Dengan demikian, secara keseluruhan BPBD Kota Sorong mencatat 35 kejadian karhutla, 45 titik api, dan total luas lahan terbakar mencapai 68,8 hektare dalam periode tersebut.

Herlin mengatakan BPBD Kota Sorong akan berkoordinasi dengan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan untuk memastikan kembali luasan hutan dan lahan yang terbakar berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.

Menurutnya, hampir seluruh distrik di Kota Sorong telah menerima laporan terkait kejadian karhutla. Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Distrik Maladumes, Sorong Utara, Manoi, Sorong Kepulauan, Sorong Timur, dan Klaurung.

Baca juga: BPBD Pemprov Papua Barat Daya Dorong Penguatan IKD untuk Hadapi Risiko Bencana

Baca juga: Karhutla di Kabupaten Sorong Meluas, BPBD Sebut Kebakaran di Jalan Kontainer Hampir 10 Hektare

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembukaan lahan pertanian maupun perkebunan dengan cara membakar rumput.

“Masyarakat diimbau untuk waspada dan tidak melakukan upaya pembukaan lahan pertanian atau kebun dengan cara membakar rumput,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah di lokasi yang mudah terbakar. Kondisi cuaca yang kering dapat menyebabkan api dengan cepat menjalar dan meluas ke area lainnya.

Penanganan Libatkan Sejumlah Instansi

Herlin menjelaskan penanganan karhutla di Kota Sorong dilakukan secara bersama-sama dengan sejumlah instansi.

Hal tersebut dilakukan karena keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang dimiliki Pemerintah Kota Sorong.

BPBD Kota Sorong dalam penanganan karhutla juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Papua Barat Daya, BPBD Provinsi Papua Barat Daya, kepolisian, serta Kodim 1802.

Selain penanganan di lapangan, sejumlah instansi tersebut juga membentuk grup komunikasi darurat.

Baca juga: Negeri 1001 Sungai Kesulitan Air Bersih, BPBD Sorong Selatan Turun Tangan

Baca juga: Kebakaran Lahan Seluas 34,5 Hektare Melanda 6 Distrik di Sorong, BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat 

Grup tersebut bertujuan mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api maupun kejadian karhutla di wilayah Kota Sorong.

“Grup komunikasi darurat ini untuk mempercepat penyampaian informasi dan penanganan apabila ditemukan titik api,” jelas Herlin.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila melihat adanya titik api maupun potensi kebakaran.

Laporan dari masyarakat dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.

Herlin berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat membantu mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau di Kota Sorong.(tribunsorong.com/ismail saleh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.