Dampak Kemarau, Waduk Wonorejo Diprediksi Masih Aman Meski Beroperasi di Bawah Pola  
Rendy Nicko August 27, 2026 05:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Terjadi penurunan ketinggian air di Waduk Wonorejo Tulungagung, karena musim kemarau dan tidak ada tambahan air yang masuk ke waduk ini.

Dampaknya, saat yang ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten  Tulungagung ini beroperasi di bawah pola yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Meski demikian, sampai akhir tahun dengan skenario terburuk tanpa hujan, operasional waduk masih dalam kondisi aman.

“Utamanya waduk ini kan melayani kebutuhan irigasi, kemudian ada tambahan untuk PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Sejauh ini masih aman,” jelas Supervisi Waduk Wonorejo, Edi Mustamar, Kamis (27/8/2026).

Baca juga: Gagal Salip Truk, Pengendara Motor Meninggal Dunia Kecelakaan di Jalan Sersan Suharmaji Kediri

Saat ini Waduk Wonorejo melayani operasional PLTA selama 5 jam saja, pukul 17.00-22.00 WIB, atau beban puncak.

Pada Kamis siang ketinggian permukaan air Waduk Wonorejo pada 165,67 meter.

Sementara pada pukul 24.00 WIB, ketinggiannya 165,60 meter, atau minus 5,7 di bawah pola.

“Setiap hari penurunan permukaan sekitar 7 cm. Saat ini operasional memang sudah di bawah pola yang ditetapkan sebelumnya,” sambung Edi.

Saat ini sungai-sungai dari pegunungan Wilis yang bermuara di Waduk Wonorejo sudah berhenti mengalir.

Waduk Wonorejo sedang tidak mendapat pasokan air, sementara setiap hari harus mengeluarkan air untuk irigasi dan operasional PLTA.

Dengan asumsi sampai akhir Oktober 2026 tidak ada hujan sama sekali, ketinggian waduk diperkirakan 158,45 meter.

“Asumsinya, setelah Oktober itu sudah turun hujan dan mulai ada pasokan air ke waduk. Ketinggian akan meningkat,” tutur Edi.

Sementara jika kondisi kemarau panjang hingga akhir Desember 2026, tinggi permukaan waduk diperkirakan di atas angka 157 meter.

Kondisi ini juga masih aman, karena batas ketinggian untuk PLTA adalah 153 meter.

Jika kurang dari 153 meter, maka PLTA sudah tidak bisa dioperasikan.

“Catatan paling rendah di Waduk Wonorejo terjadi pada tahun 2017, tercatat 158 meter. Selama ini kita belum pernah di angka itu,” tegasnya.

Baca juga: Warga Ngunut Tulungagung Protes, Tempat Kos Gunakan Sistem Harian dan Per Jam

Saat ini Waduk Wonorejo masih melepaskan air sekitar 902,016 meter kubik per hari.

Kondisi volume puncak waduk di ketinggian 183 meter, sementara yang terencah di ketinggian 141 meter.

Setelah mencapai angka puncak 183 meter, maka air yang masuk ke waduk akan terbuang lewat saluran spillway.

Sementara saat mencapai ketinggian 141 meter, maka waduk berhenti beroperasi sepenuhnya. 

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.