TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Libur nasional memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW turut meningkatkan mobilitas masyarakat melalui transportasi kereta api. Stasiun Kediri menjadi salah satu titik dengan pergerakan penumpang tertinggi di wilayah operasional KAI Daop 7 Madiun selama periode libur panjang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 77.986 pelanggan kereta api jarak jauh menggunakan layanan kereta api selama lima hari, mulai Jumat-Selasa (21-25/8/2026).
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyebut dari jumlah tersebut, Stasiun Kediri mencatat total 11.143 pelanggan. Angka itu terdiri dari 5.586 penumpang yang berangkat dari Stasiun Kediri dan 5.557 penumpang yang tiba di stasiun tersebut.
"Dengan capaian tersebut, Stasiun Kediri menempati posisi kedua sebagai stasiun dengan mobilitas penumpang tertinggi di wilayah Daop 7 Madiun. Posisi pertama ditempati Stasiun Madiun dengan total 26.837 pelanggan," kata Tohari, Kamis (27/8/2026).
Baca juga: Warga Ngunut Tulungagung Protes, Tempat Kos Gunakan Sistem Harian dan Per Jam
Sementara itu, lanjutnya, Stasiun Blitar berada di posisi ketiga dengan total 6.746 pelanggan, terdiri dari 3.140 keberangkatan dan 3.606 kedatangan
Secara keseluruhan, dari 77.986 pelanggan yang tercatat di seluruh stasiun Daop 7 Madiun, sebanyak 39.444 merupakan penumpang yang berangkat. Sedangkan 38.542 lainnya tercatat sebagai penumpang yang tiba di stasiun tujuan.
Menurut Tohari, tingginya mobilitas pada libur Maulid Nabi tersebut juga menunjukkan adanya pertumbuhan dibandingkan periode libur panjang HUT ke-81 RI pada 14-18 Agustus 2026. Saat itu, total pelanggan yang tercatat mencapai 77.631 orang.
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, volume pelanggan pada libur Maulid Nabi meningkat sekitar 0,46 persen. Pada periode 14-18 Agustus, tercatat 39.263 keberangkatan dan 38.368 kedatangan di wilayah Daop 7 Madiun.
Tohari mengatakan, pihaknya memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal selama periode peningkatan mobilitas tersebut.
"Dengan memastikan kesiapan petugas di stasiun dan KA, termasuk dalam memberikan informasi perjalanan, serta membantu proses keberangkatan maupun kedatangan," ujar Tohari.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)