TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Viral kabar TikTokers Vilmei menjadi korban dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh karyawannya sendiri.
Wanita bernama asli Meicy Vilia itu mengalami kerugian miliaran rupiah akibat peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus itu.
"Ya, sudah ada laporannya (soal penggelapan)," ujar Suparyono via pesan WhatsApp, Kamis (27/8/2026).
"Untuk sementara sudah ada tiga orang yang dimintai keterangan, yaitu korban, terduga pelaku, dan satu orang saksi," katanya.
Namun, pihak kepolisian belum mengungkapkan nomor laporan Vilmei.
Suparyono mengatakan, perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan belum ditingkatkan ke penyidikan.
Polisi saat ini mendalami aliran dana Rp 1,28 miliar yang diduga berasal dari pendapatan akun TikTok Vilmei.
Dari pendalaman awal, terdapat transaksi pembelian koin TikTok pada 5 hingga 11 Agustus 2026.
Koin tersebut kemudian diduga digunakan untuk mengirim gift kepada sekitar 18 akun yang berkaitan dengan terduga pelaku.
Setelah menerima gift, dana tersebut diduga kembali dicairkan melalui akun-akun penerima.
"Kerugian korban sekitar Rp 1,28 miliar, tetapi yang dinikmati pelaku sementara diperkirakan sekitar Rp 500 juta," kata Suparyono.
Baca juga: SOSOK TikTokers Dilan Janiyar Viral Diselingkuhi Suami, Syok Ditagih Gana-gini Miliaran: Aku Diperas
Polisi masih menelusuri nominal yang diterima setiap akun serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.
Motif dugaan penggelapan dan aliran dana tersebut juga masih didalami penyidik.
Sementara berdasarkan video yang diunggah di akun TikToknya, Vilmei mengaku baru mengetahui uangnya raib saat hendak membayar makanan.
Ketika mengecek saldo rekening, Vilmei mendapati uang yang tersisa hanya sekitar Rp 1 juta.
"Saat aku mau bayar makan, aku cek saldo di ATM aku. Aku syok, karena uangnya tinggal tersisa Rp1 juta," ujar Vilmei dalam video tersebut.
Uang yang hilang itu disebut berasal dari pendapatan akun TikTok Vilmei yang selama sekitar tujuh tahun tidak pernah ditarik maupun digunakan.
Vilmei bersama keluarganya kemudian menelusuri mutasi rekening untuk mengetahui penyebab dana tersebut berkurang.
Dari penelusuran tersebut, dana diduga diambil secara bertahap selama sekitar satu tahun.
Vilmei kemudian mengumpulkan karyawan yang memiliki akses terhadap handphone operasional dan akun terkait.
"Aku sedih sekaligus pusing. Salah satu karyawan aku bernama Zahra mengambil uang aku Rp1,28 miliar," kata Vilmei. Kasus itu selanjutnya dilaporkan Vilmei ke Polres Metro Bekasi Kota.
Sumber: Kompas.com