SURYA.CO.ID SURABAYA - Owner M-Trans Budi Susilo langsung mengemudikan Royal Fusion, bus Mercedes-Benz OH 1626 L, bersama General Manager Hartono Raya Motor Hartoyo Yuwono dalam perjalanan perdana keliling sejumlah kota di Jawa Timur bersama komunitas Bus Mania, Kamis (27/8/2026).
Perjalanan dimulai dari Malang menuju Surabaya, kemudian berlanjut ke Kediri, Tulungagung, dan Blitar sebelum kembali ke Malang. Sekitar 50 anggota komunitas Bus Mania turut merasakan langsung perjalanan menggunakan bus terbaru milik PT Kacebe Murni Transport (M-Trans) tersebut.
Yang membuat perjalanan ini berbeda, Royal Fusion tidak hanya diperkenalkan sebagai armada baru. Bus dengan bodi garapan Karoseri Tentrem itu langsung dikemudikan Budi Susilo, Owner sekaligus Direktur Utama PT Kacebe Murni Transport, sementara Hartoyo Yuwono, General Manager Hartono Raya Motor, bertindak sebagai kondektur.
Bagi Hartoyo, kesempatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena dapat merasakan langsung Royal Fusion sekaligus mengikuti perjalanan bersama pemilik M-Trans.
Baca juga: Kolaborasi ANTV dan Netflix Bawa Jodoh Wasiat Bapak Reborn ke Babak Baru Sinetron Indonesia
“Saya sendiri ingin melihat dan merasakan bagaimana bus terbaru milik M-Trans ini. Mengikuti perjalanan owner M-Trans, bahkan disetiri langsung tentu saja sangat luar biasa,” ujar Hartoyo Yuwono.
Royal Fusion merupakan konsep baru yang ditawarkan M-Trans melalui layanan multi class. Satu unit bus dirancang untuk mengakomodasi beberapa pilihan kelas sehingga penumpang dapat menyesuaikan kenyamanan perjalanan dengan kebutuhannya.
“Bus multi class ini sendiri untuk mengakomodir kebutuhan pasar atau penumpang. Penumpang kadang ingin naik sleeper, ingin juga naik bus eksekutif atau fasilitas seperti captain seat,” kata Budi Susilo.
Konsep multi class tersebut diwujudkan melalui tiga layanan dalam satu unit, yakni sleeper captain seat dengan konfigurasi 1-1, kelas eksekutif 2-2, serta sleeper 2-1.
Konfigurasi itu memberikan pilihan bagi penumpang, mulai dari ruang yang lebih privat hingga sleeper 2-1 yang dapat digunakan pasangan maupun keluarga untuk duduk dalam satu bilik.
Untuk tahap awal, M-Trans menyiapkan empat unit bus Multi Class yang akan melayani trayek Blitar-Jakarta dan Madura-Jakarta. Armada tersebut dijadwalkan beroperasi satu kali perjalanan setiap hari dengan pola keberangkatan hari ganjil menuju timur dan hari genap menuju barat, kemudian bergantian.
Baca juga: Detik-Detik Bus Eka Terbakar Hebat Dekat Terminal Madiun, 19 Penumpang Selamat dari Maut
Budi mengatakan, penambahan armada menjadi salah satu strategi M-Trans untuk meningkatkan kapasitas layanan, termasuk pada sejumlah rute yang telah berjalan dan memiliki permintaan tinggi.
“Jadi ini termasuk salah satu upaya kami untuk melayani penumpang. Ada beberapa armada baru untuk penambahan, termasuk armada di rute yang sudah ada,” lanjutnya.
Saat ini, total armada M-Trans telah mencapai lebih dari 100 unit. Operator tersebut juga tengah mengembangkan jaringan perjalanan menuju Pulau Sumatera, salah satunya rute menuju Palembang dengan total delapan unit armada.
Jaringan perjalanan M-Trans saat ini mencakup sejumlah rute, di antaranya Denpasar-Yogyakarta, Denpasar-Malang, Denpasar-Ponorogo, Malang-Jakarta, Malang-Palembang, hingga Blitar-Palembang.
Budi menilai inovasi layanan diperlukan untuk menangkap peluang pasar transportasi darat yang masih terbuka. Kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan armada dan rute M-Trans.
Di sisi lain, operator bus juga menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya operasional, termasuk harga suku cadang dan ban. Namun, kondisi tersebut berjalan beriringan dengan perubahan pilihan moda transportasi masyarakat.
Harga tiket pesawat yang relatif mahal membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan bus sebagai alternatif perjalanan jarak jauh. Pembangunan infrastruktur jalan tol juga dinilai mendukung perjalanan bus antarkota karena dapat memangkas waktu tempuh.
“Orang yang biasanya naik pesawat sekarang naik bus. Di samping itu, dengan pembangunan infrastruktur dari pemerintah di Indonesia, mulai dari tol Jawa, lumayan memangkas waktunya,” ujar Budi.
Sementara itu, sekitar 50 anggota komunitas Bus Mania yang mengikuti perjalanan Royal Fusion mendapat kesempatan melihat lebih dekat karakter armada tersebut. Mereka dapat merasakan kenyamanan kabin sekaligus melihat sasis Mercedes-Benz OH 1626 L dan berbagai fasilitas yang ditawarkan.
Perjalanan dari Malang menuju sejumlah kota di Jawa Timur itu sekaligus menjadi momentum M-Trans memperkenalkan konsep bus Multi Class kepada komunitas dan calon pengguna.
Melalui kombinasi sleeper, captain seat, dan kelas eksekutif, Royal Fusion menawarkan pilihan kenyamanan dalam satu armada untuk memenuhi kebutuhan perjalanan antarkota yang berbeda.