Remaja Diserang Buaya di Mancung Bangka Barat, Aliran Sungai yang Sama Tempat Buaya Pemakan Kerupuk
Ardhina Trisila Sakti August 27, 2026 06:42 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Peristiwa serangan buaya terhadap seorang remaja berusia 17 tahun pada Selasa (25/8/2026) malam di Sungai Desa Mancung, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat malam menggemparkan masyarakat sekitar.

Seorang pelajar diterkam dan diserat ke sungai oleh hewan karnivora tersebut saat sedang asyik mancing bersama rekannya.

Meski mengalami luka robek dan pergelangan tangan kiri parah, nasib remaja berinisial RS tersebut masih bisa terselamatkan berkat pertolongan rekannya yang menarik korban ke pinggir sungai.

Akibat peristiwa yang terjadi pada malam sekira pukul 22.00 WIB tersebut, korban dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan dan dijadwalkan akan dioperasi.

Sementara warga setempat yang mengetahui kabar tersebut juga langsung mendatangi lokasi untuk mencari keberadaan buaya yang menyerang RS.

Tak cukup di malam hari, keesokan harinya, warga bersama polisi juga kembali mendatangi TKP untuk mengetahui pasti detik-detik kronologi peristiwa itu.

Apalagi, diketahui bahwa Sungai Desa Mancung tersebut memang dikenal banyak habitat buaya.

Hal ini turut dibenarkan oleh Kepala Desa Mancung, Herlizon.

Bahkan kata dia, sungai tersebut adalah sungai yang sama tempat habitat buaya pemakan kerupuk yang viral beberapa waktu lalu.

“Iya itu masih satu aliran (sungai-red). Sungai itu enggak besar, kecil sungainya,” kata Kades kepada Bangkapos.com, Kamis (27/8/2026).

Kendati demikian, lokasi tempat peristiwa serangan buaya beberapa hari lalu dengan lokasi kemunculan buaya yang doyan makan kerupuk berada cukup jauh hingga berkilo-kilo meter.

“Kalau yang kemarin (serangan buaya-red) itu dekat hulu, antara sawah dan sungai,” jelasnya.

Sedangkan, lokasi yang sering munculnya buaya pemakan kerupuk berada di sekitar jembatan Sungai Mancung dan berjarak sekitar 7 kilometer.

Lebih lanjut, Herlizon menyebut peristiwa serangan buaya terhadap manusia di Sungai Mancung ini merupakan kejadian yang pertama.

Kendati demikian, kemunculan buaya di sungai tersebut disebut sudah menjadi hal yang biasa.

Pihaknya dari Pemerintah Desa telah sering memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar untuk berhati-hati dan waspada melakukan aktivitas di sungai.

“Kami sudah sering pasang spanduk (himbauan-red). Kita enggak mungkin bisa memantau semuanya, paling tidak memberikan himbauan dan menjaga diri masing-masing,” imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.