Ratusan wisatawan dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu (26/8/2026). negara-negara asal turis-turis itu melakukan pencarian.
Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 160 orang. Data resmi menyebut sedikitnya 341 warga negara asing termasuk dalam daftar orang hilang.
Nepal yang dikenal sebagai salah satu tujuan favorit wisatawan dan pendaki gunung dari berbagai negara. Mereka datang untuk menjelajahi kawasan Himalaya, termasuk mendaki sejumlah gunung tertinggi di dunia seperti Gunung Everest.
Dikutip dari , Kamis (27/8), sejumlah negara telah melaporkan warganya hilang setelah banjir menerjang kawasan Rasuwa dan sekitarnya.
Berikut catatan negara yang melaporkan kehilangan warga negaranya dalam fenomena tersebut.
India
India mencatat jumlah warga hilang terbanyak yakni 142 orang. Mereka berada di Nepal bersama tiga agen perjalanan, Samrat Tours & Travels, Leaf Holiday, dan Himalayan Glacier.
Ukraina
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan informasi tersebut diterima dari Kepolisian Pariwisata Nepal. Sebanyak 53 orang hilang dan 46 orang di antaranya merupakan satu rombongan wisatawan yang kehilangan kontak dengan otoritas Nepal.
Malaysia
Malaysia juga melaporkan 17 warganya yang bepergian dengan Fishtail Tours & Travels belum ditemukan. Kementerian Luar Negeri Malaysia menyebut pihak kedutaan di Kathmandu mendapat laporan bahwa 11 warga Malaysia yang diyakini berada di Distrik Rasuwa telah kehilangan kontak.
Banjir di Nepal. (AP Photo/Gopen Rai)
|
Inggris
12 warga negara Inggris yang bepergian bersama Alpine Eco Trek juga belum diketahui keberadaannya.
Afrika Selatan
Empat warga Afrika Selatan yang menggunakan agen perjalanan yang sama dengan wisatawan Inggris itu turut dilaporkan hilang.
Amerika Serikat
Beberapa warga Amerika Serikat juga yang bepergian dengan Fishtail Tours & Travels dilaporkan masih belum ditemukan.
Korea Selatan
Korea Selatan melaporkan sembilan warganya yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air hilang dan 10 lainnya terjebak akibat banjir. Mereka merupakan pekerja Korea Energy dan Doosan Enerbility Co.
Pemerintah Nepal telah mengerahkan tim penyelamat untuk mencari para pekerja tersebut.
Banjir di Nepal. (AP Photo/Gopen Rai)
|
Australia
Australia turut melaporkan 34 warganya hilang. Pemerintah Australia langsung mengkoordinasikan segala pihak agar segera melakukan penindaklanjutan atas kejadian tersebut, di antaranya dengan Pemerintah Nepal dan operator tur.
"Kami mengetahui ada sejumlah warga Australia di wilayah tersebut dan pejabat Australia sedang bekerja keras untuk memastikan kondisi mereka," ucap Kementerian Luar Negeri Australia.
Portugal
Portugal melaporkan dua warganya, seorang perempuan dan seorang laki-laki, hilang akibat banjir.
"Kami terus memantau situasi dari menit ke menit," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Portugal.
Belanda
Pemerintah Belanda juga melaporkan satu warganya yang bepergian dengan perusahaan yang sama dengan wisatawan Australia belum diketahui keberadaannya.
Italia
Sementara itu, Italia menyebut dua warganya bersama seorang pemandu sempat terjebak di hulu longsor, tetapi telah mendapat bantuan. Pemerintah Italia mengetahui sekitar 90 warganya berada di Nepal dan Tibet dan masih mengecek kemungkinan adanya warga yang terdampak.
Selain itu, beberapa agen perjalanan melaporkan wisatawan mancanegara yang hilang, tetapi kewarganegaraannya belum diketahui.
Trekkers Society mencatat 77 orang hilang, Kailash Journey 26 orang, dan Richa Tours & Travels delapan orang. Dewan Pariwisata Nepal juga mencatat 93 warga Nepal masih belum ditemukan.







