Juara Piala AFF Bukan Puncak, Asa Vietnam yang Tak Ingin Cuma Jadi Penguasa ASEAN
Drajat Sugiri August 27, 2026 09:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan Timnas Vietnam mempertahankan gelar di Piala AFF 2026 membuat ambisi mereka makin menggebu-gebu.

Kini, Vietnam diyakini punya mimpi untuk mewujudkan sesuatu yang nilainya lebih besar lagi.

Lolos ke Piala Dunia edisi berikutnya jelas menjadi salah satu ambisi besar yang akan coba diperjuangkan Vietnam.

Seperti diketahui, sepak bola Vietnam tengah menikmati masa kejayaannya lagi, setelah meraih gelar Piala AFF 2026.

Dalam laga leg kedua final Piala AFF 2026 yang berlangsung di MyDinh Stadium, Rabu (26/8/2026) tadi malam, Vietnam menisbatkan diri sebagai juara usai menang dengan agregat skor 4-2.

Kemenangan atas Thailand tersebut otomatis membuat Vietnam berhasil mempertahankan gelar pada edisi sebelumnya.

Tak hanya itu, kemenangan tadi malam turut mempertegas superioritas Vietnam yang selalu keluar sebagai juara turnamen, ketika bertemu Thailand di tiga edisi berbeda (2007. 2024, 2026).

Baca juga: Sorotan Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Betah Puasa Gelar, Timor Leste Hampa Kemenangan

Kini, koleksi gelar Piala AFF yang telah dimenangkan Vietnam juga bertambah menjadi empat, seperti Singapura.

Vietnam masih terpaut tiga gelar dari Thailand selaku raja Piala AFF yang sudah mengoleksi tujuh trofi juara.

MENINJU BOLA - Aksi kiper Timnas Vietnam, Patrik Le Giang berusaha meninju bola dalam pertandingan final leg kedua Piala AFF 2026 melawan Thailand di My Dinh Stadium, Hanoi, pada Rabu (26/8/2026) malam WIB. (Instagram @changsuek)

Berbekal dominasi yang mulai diperlihatkan ketika bersaing di turnamen level regional, tepatnya lagi Asia Tenggara alias ASEAN, Vietnam jelas mengusung misi lebih besar lagi, salah satunya bisa bersaing lebih baik di kompetisi yang lebih elit.

Piala Asia hingga Piala Dunia jelas menjadi dua panggung yang ingin dijadikan Vietnam sebagai target berikutnya.

Khusus Piala Dunia, Vietnam tentu ingin bisa melaju lebih jauh lagi demi lolos ke putaran final ajang bergengsi tersebut.

Salah satu media ternama Vietnam yakni SohaVN pun mulai berani mengulas soal mimpi realistis yang bisa diwujudkan oleh negaranya untuk tembus ke Piala Dunia.

"Vietnam telah mencapai tonggak sejarah dengan memenangkan Kejuaraan Asia Tenggara secara beruntun untuk pertama kalinya, mimpi menjadi juara di tingkat regional seharusnya bukan lagi dianggap kisah kesuksesan tunggal,"

"Setelah mengetahui cara memenangkan dan mempertahankan gelar, sepak bola Vietnam perlu membidik tantangan yang lebih tinggi,"

"Mulai Piala Asia, turnamen junior tingkat kontinental, dan yang lebih jauh lagi yakni Piala Dunia yang seharusnya bisa dijadikan tolak ukur berikutnya," tambahnya.

Sejarah mencatat bahwa Vietnam memang hampir dekat dengan Piala Dunia.

Momen itu tercipta saat Vietnam yang kala itu dilatih Park Hang-seo mampu melesat sampai ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Sayangnya, harapan Vietnam untuk bisa menciptakan sejarah emas yakni lolos perdana ke Piala Dunia sirna di ronde tersebut.

Vietnam yang diharapkan bisa menciptakan kejutan justru babak belur, lantaran hanya bisa meraih empat poin saja dari 10 laga yang mereka mainkan di ronde ketiga.

Raihan satu kemenangan, satu hasil imbang dan delapan kekalahan menjadi rapor buruk yang tak terlupakan saat pertama kali bisa tampil di ronde Kualifikasi Piala Dunia.

Setelahnya, Vietnam kembali ke setelan pabriknya dengan hanya mampu mentok di ronde kedua saja pada edisi 2026.

Pada edisi berikutnya, Vietnam tentu ingin menjadikan momentum puncak yang sedang mereka rasakan sebagai bahan bakar untuk melewati babak kualifikasi demi lolos ke putaran final.

Setelah menang secara konsisten di laga krusial Piala AFF tentu sudah membentuk ketahanan mental para pemain Vietnam saat menghadapi tekanan tinggi di level internasional.

Kombinasi pemain senior berpengalaman dengan darah muda berbakat tampaknya juga kian memastikan transisi permainan tetap solid dan dinamis.

Dengan perluasan kuota kontestan Piala Dunia, peluang bagi negara Asia Tenggara untuk lolos kini terbuka semakin lebar.

Vietnam berada di posisi terdepan untuk memanfaatkan momentum emas ini.

Tantangan berikutnya adalah menjaga stabilitas performa saat berhadapan dengan raksasa Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

Jika konsistensi dan grafik peningkatan ini terus terjaga, impian melihat bendera Vietnam berkibar di panggung utama Piala Dunia bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan target realistis yang siap diwujudkan.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.