10 Persoalan di Bandung Belum Diselesaikan Farhan-Erwin, HMI Geruduk Balai Kota
Kemal Setia Permana August 28, 2026 12:11 AM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung menyoroti sejumlah persoalan di Kota Bandung saat mereka unjuk rasa di Balai Kota Bandung, pada Kamis (27/8/2026) sore.

Dalam aksinya mereka menyampaikan 10 tuntutan yang harus diselesaikan Pemkot Bandung yakni masalah parkir liar, RTH, BRT Bandung Raya, relokasi PKL, sampah, revitalisasi pasar rakyat, pengendalian HIV, kesejahteraan guru honorer, penyalahgunaan narkotika, dan begal.

Koordinator aksi HMI Cabang Bandung, Ghifari, mengatakan, sejumlah persoalan di Kota Bandung itu selama sekitar satu setengah tahun terakhir ini belum diselesaikan secara maksimal oleh pemerintah daerah.

"Ini menjadi salah satu permasalahan-permasalahan Kota Bandung yang selama satu tahun setengah tidak diselesaikan oleh Bapak Farhan dan Bapak Erwin selaku Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kota Bandung," ujarnya disela aksi, Kamis (27/8/2026).

Baca juga: Belum Capai Target, Penumpang di Bandara Husein Sastranegara Baru 1.000 Orang Per Hari

Ghifari menyebut kondisi tersebut menjadi alasan HMI Cabang Bandung memilih menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi. Sebab, mahasiswa ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa masih terdapat berbagai persoalan yang harus diselesaikan pemerintah.

"Setiap malam masyarakat harus dihantui dengan begal, kejahatan malam. Setiap malam, setiap siang, setiap pagi masyarakat masih banyak yang kelaparan, masih banyak yang tidak bekerja. Tapi Bapak Farhan dan Bapak Erwin tidak menyelesaikan ini secara masif," kata Ghifari.

Usai menggelar aksi, perwakilan HMI Cabang Bandung melakukan audiensi langsung dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Dalam pertemuan tersebut, Farhan menyatakan keterbukaan untuk berdialog lebih lanjut dengan mahasiswa.

"Kalau kita mau berdebat, maka kita akan berdebat data. Berikutnya kita akan berdebat interpretasi data. Baru nanti kita akan berdebat bagaimana menginterpretasikan data tersebut menjadi pengejawantahan kebijakan-kebijakan publik," ujar Farhan saat audiensi.

Farhan juga membuka kemungkinan pertemuan lanjutan dengan melibatkan OPD terkait. Bahkan, pihaknya juga menyatakan siap untuk membangun forum dialog bersama mahasiswa tersebut.

"Jadi biar ruang itu menjadi benar-benar ruang dialog yang inklusif, kita saling terbuka," katanya.

Baca juga: Kabar Baik H-4 Jelang Kualifikasi ACL 2, Persib Sudah Siap Hadapi Manilla Digger

Farhan mengatakan pembahasan terkait persoalan itu penting agarkebijakan pemerintah dapat diuji melalui data dan kajian. Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan forum itu sebagai ruang belajar bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, HMI Cabang Bandung memastikan akan mengawal tindak lanjut dari audiensi tersebut. Mereka berharap pertemuan bersama Pemkot Bandung dan OPD terkait menghasilkan langkah konkret terhadap 10 persoalan yang telah mereka sampaikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.