Suntikan Motivasi, Ini Pesan Sri Sultan HB X untuk PSIM Yogyakarta Jelang Super League
Yoseph Hary W August 28, 2026 12:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Direktur Utama PSIM Yogyakarta Yuliana Tasno, mengungkap pesan motivasi dari Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk PSIM jelang bergulirnya Super League.

Pesan Sri Sultan HB X itu disampaikan saat manajemen PSIM Yogyakarta sowan ke Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (27/8/2026). 

Yuliana mengungkap pertemuan dengan Sri Sultan HB X menjadi momentum penting sekaligus suntikan motivasi bagi PSIM jelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027.

Sri Sultan HB X juga memberikan wejangan penting bagi PSIM yang sowan membawa serta pelatih kepala Jean-Paul van Gastel, Manajer Tim Iksan Mahar, serta Manajer Operasional Wendy Umar.

Pesan yang disampaikan Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak hanya soal persiapan teknis tim, tetapi juga menyoroti aspek manajerial hingga kepemimpinan di tubuh PSIM.

Pola hidup pemain

Yuliana Tasno mengungkapkan, Sultan memberikan sejumlah wejangan yang dinilainya penting untuk menjaga performa dan kedisiplinan pemain sepanjang kompetisi.

Salah satunya terkait pola hidup para pemain. Sultan mengingatkan agar kedisiplinan pemain tidak hanya diawasi saat berada di lapangan, tetapi juga dalam keseharian.

“Ngarsa Dalem tadi banyak ya, tidak hanya dari satu sisi teknis, tapi juga dari sisi manajerial. Dari kepemimpinan saya juga diberi wejangan,” ujar Yuliana.

Jangan makan gorengan

Ia kemudian menceritakan pesan Sultan mengenai kedisiplinan pemain.

“Contoh pas ngomongin performa, Ngarsa Dalem bilang, itu dilihatin ya anak-anak jangan makan gorengan. Nanti di belakang juga diam-diam dia makan gorengan,” kata Yuliana menirukan pesan Sultan.

Menurut Yuliana, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan tim tidak berhenti pada urusan pertandingan. Integritas dan kedisiplinan pemain juga harus terus dipantau.

“Ditekankan bahwa kedisiplinan harus terus dipantau. Integritas pemain juga harus dipantau. Hati-hati dalam memenej kesebelasan PSIM,” tuturnya.

Kreatif kembangkan sumber pendapatan

Selain urusan teknis dan kedisiplinan, Sultan juga mendorong PSIM untuk lebih kreatif dalam mengembangkan sumber pendapatan klub.

Yuliana menyebut Sultan mempertanyakan kemungkinan PSIM mencari tambahan investasi melalui pengembangan revenue, sehingga klub tidak sepenuhnya bergantung pada pengusaha atau pemilik modal.

“Dari sisi manajerial, beliau bertanya, bisa nggak kamu cari investasi tambahan dari revenue?Supaya PSIM ini tidak bergantung kepada pengusaha saja, tapi bagaimana kita bisa mencari revenue tambahan,” ujarnya.

Menurut Yuliana, perhatian Sultan terhadap pengelolaan klub membuat dirinya semakin bersyukur memimpin PSIM. Ia menilai pemahaman Sultan terhadap olahraga, khususnya sepak bola, membuat pembicaraan berjalan cair dan nyambung.

“Beliau betul-betul paham. Saya sebagai Presiden Direktur PSIM sangat bersyukur karena menjadi Presdir klub sepak bola di Yogyakarta, yang dipimpin seorang Gubernur sekaligus Sultan yang sangat cinta olahraga,” katanya.

Pertemuan tersebut juga berlangsung dalam suasana santai. Yuliana mengungkapkan dirinya bersama rombongan PSIM sempat berbincang dan bercanda dengan Sri Sultan mengenai pengalaman olahraga, termasuk cerita masa muda Sultan.

Pesan Sultan untuk Yuliana Tasno: jangan suka marah

Tak hanya memberikan wejangan soal pengelolaan klub, Sultan juga memberikan pesan mengenai kepemimpinan kepada Yuliana.

Salah satu pesan yang disampaikan bahkan membuat suasana pertemuan semakin cair.

“Ngarsa Dalem juga memberi arahan soal leadership. Katanya, ‘Jangan marah-marah!’” ujar Yuliana.

Yuliana kemudian membalasnya dengan candaan bahwa sejak PSIM bermain di Liga 1, dirinya sudah tidak lagi mudah marah seperti ketika klub masih berlaga di Liga 2.

“Saya bilang, Ngarsa Dalem, sekarang PSIM sejak di Liga 1 saya sudah nggak pernah marah-marah lagi. Kalau dulu di Liga 2, oh iya benar, saya marah-marah terus,” ucapnya sembari tertawa.

Album perjalanan PSIM 

Dalam kesempatan tersebut, manajemen PSIM juga menyerahkan sebuah album kepada Sri Sultan.

Album itu berisi perjalanan PSIM pada musim 2024/2025 hingga 2025/2026, termasuk momen ketika Laskar Mataram pertama kali tampil di kompetisi kasta tertinggi.

Yuliana mengatakan Sri Sultan terlihat antusias melihat dokumentasi perjalanan PSIM tersebut.

Bagi Yuliana, pertemuan itu menjadi momentum penting sekaligus suntikan motivasi bagi PSIM sebelum menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

“PSIM beruntung punya pemimpin seperti Ngarsa Dalem. Beliau sangat bijak, sangat bersahaja, dan yang paling penting cinta olahraga,” pungkasnya.(MUR)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.