TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG – Yayasan Pembina Muallaf At Tauhid (YPMA) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) resmi memiliki kepengurusan periode 2025-2030.
Pengurus YPMA Bolmong dikukuhkan di desa Ikhwan, Kecamatan Dumoga Barat dirangkaikan dengan silaturahmi Akbar YPMA.
Turut hadir pengurus dan anggota YPMA Wilayah VI Sulawesi Utara dan Gorontalo (Suluttenggo), jajaran pemerintah kecamatan, desa, tokoh agama, organisasi perempuan, serta perwakilan YPMA dari sejumlah daerah.
Baca juga: Daftar Lengkap Nama Pengurus YPMA Bolmong Sulawesi Utara yang Resmi Dikukuhkan
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama untuk kelancaran kegiatan. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi dan laporan panitia yang disampaikan Ketua YPMA Bolmong, Ni Nengah Rempi.
Momentum utama kemudian ditandai dengan prosesi pengukuhan dan pelantikan pengurus YPMA Bolmong oleh Ketua YPMA Sulawesi Utara, Dr. Rio Effendi, S.Psi., M.Si.
Rio Effendi mengapresiasi terbentuknya kepengurusan YPMA Bolmong, dirinya menilai pengukuhan tersebut menjadi momentum penting karena Bolmong menjadi daerah pertama di Sulawesi Utara yang secara resmi mengukuhkan kepengurusan YPMA.
"Ini merupakan kebahagiaan bagi kami. Dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, baru YPMA Bolmong yang resmi dikukuhkan," ucapnya.
Rio berharap keberadaan organisasi tersebut tidak berhenti pada seremoni pengukuhan, tetapi mampu berkembang menjadi wadah pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi para mualaf maupun masyarakat secara luas.
"Kami berharap organisasi ini semakin kuat dan berkembang, sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala KUA Dumoga Barat yang mewakili Kementerian Agama Bolmong menyampaikan pesan mengenai makna hidayah dan perjalanan keimanan seorang mualaf.
Ia menjelaskan bahwa hidayah merupakan karunia Allah yang patut disyukuri. Menurutnya, kehidupan seorang mualaf juga tidak terlepas dari berbagai ujian setelah mendapatkan hidayah.
"Kita bersyukur hidayah datang kepada kita. Tetapi kita juga harus siap dengan ujian dari Allah," ucapnya.
Ia mengatakan, tidak sedikit mualaf yang menghadapi tantangan setelah memutuskan memeluk Islam, termasuk kemungkinan dikucilkan oleh keluarga maupun lingkungan terdekat.
Menurutnya, ujian bukan semata-mata bentuk kesulitan, melainkan bagian dari proses untuk meningkatkan keimanan seseorang. Bahkan, para nabi dan sahabat juga menghadapi berbagai ujian dalam perjalanan dakwah mereka.
Ia pun mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan introspeksi. Sebab, dalam pengamatannya, ada mualaf yang justru menunjukkan semangat beribadah yang lebih kuat.
"Kita bersyukur. Bahkan saya melihat ada mualaf yang ibadahnya lebih baik. Itu menjadi tamparan keras bagi kita," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua YPMA Bolmong Ni Nengah Rempi, S.KM berharap kepengurusan yang telah dikukuhkan dapat menjadi rumah bersama bagi para mualaf untuk belajar dan saling menguatkan.
Ia berharap YPMA tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi benar-benar hadir sebagai wadah pembinaan keagamaan, silaturahmi, serta penguatan iman dan ketakwaan para mualaf di Bolmong.
"Dengan dilantik dan dikukuhkannya pengurus YPMA Bolmong, semoga organisasi ini menjadi wadah untuk sama-sama belajar serta memperkuat keimanan dan ketakwaan mualaf se-Bolmong," harap Rempi.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris BKMT Bolmong Sumarni Bonde, Sekretaris BKMT Dumoga Barat Suryati Bonde, Ketua LPTQ Dumoga Barat-Dumoga Tengah Wira Lahay, mantan anggota DPRD Bolmong Suardi K. Baderan, Ketua YPMA Kotamobagu dan Manado, perwakilan Bupati Bolmong Camat Dumoga Barat, Sangadi Ikhwan Arman Robot, Sangadi Doloduo 3 Irwan Mamonto serta tokoh Dumoga Barat Gofal Fauzan Bonde.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini