Kebakaran Hebat di Tukad Pancoran, Nenek 70 Tahun Terjebak Reruntuhan hingga Tewas
Ida Ayu Suryantini Putri August 28, 2026 11:24 AM

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kebakaran hebat melanda deretan kamar indekos semi permanen di Jalan Tukad Pancoran IV K1, Panjer, Denpasar Selatan, Jumat 28 Agustus 2026 subuh sekitar pukul 05.30 Wita. 

Peristiwa tragis ini menewaskan seorang nenek lanjut usia berinisial S (70) yang terjebak reruntuhan atap dan puing bangunan yang terbakar, serta menyebabkan satu penghuni lainnya menderita luka bakar.

Kobaran api pertama kali diketahui warga usai menunaikan salat subuh. Penghuni indekos lantai dua mendadak berhamburan menyelamatkan diri setelah melihat api membesar dari salah satu kamar kosong tak berpenghuni.

Baca juga: Kondisi Pariwisata Desa Sade Lombok NTB Pasca Kebakaran dan Rencana Rekonstruksinya

"Ada satu korban meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar," ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi kepada Tribun Bali.

Iptu Azel menjelaskan, korban meninggal dunia merupakan lansia yang memiliki keterbatasan fisik dan sulit berjalan. 

Saat kobaran api membesar, sejumlah warga dan suami korban, Abdul Jalil (70), sempat berupaya mengevakuasi korban keluar kamar. 

Namun, struktur bangunan lantai dua semi permanen terlanjur runtuh menimpa tubuhnya.

"Kondisi fisik korban memang sudah susah berjalan. Warga sempat mau menolong, tapi atap bangunan keburu roboh menimpa korban sehingga terjebak di dalam kobaran api," jelas Azel.

Baca juga: Kebakaran TPA Suwung Bali, Polisi Soroti Gas Metan hingga Puntung Rokok

Selain korban tewas, seorang penghuni bernama I Gusti Ngurah Bayu Triarsa (30) menderita luka bakar. 

Bayu yang awalnya sudah berhasil keluar menyelamatkan diri, nekat menerobos kembali ke dalam kamar di lantai dua demi mengambil dompetnya yang tertinggal hingga tersambar jilatan api saat menuruni tangga.

"Korban luka bakar langsung dilarikan ke RS BROS untuk penanganan medis intensif setelah sempat kembali ke kamar mengambil barang berharga," imbuh Iptu Azel.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di tempat kejadian perkara (TKP), api diduga kuat berasal dari korsleting arus listrik di salah satu kamar indekos yang kosong. 

Embusan angin dan material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran cepat merembet luas ke lingkungan sekitar.

"Dugaan awal api dipicu korsleting listrik dari kamar kosong. Total ada 10 kamar kos, satu unit rumah pribadi, dan sebuah bengkel las di sampingnya yang ikut terbakar," tegas Iptu Azel.

Sebanyak tujuh armada mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar dikerahkan ke lokasi. 

Petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah secara menyeluruh sekitar pukul 07.15 Wita.

Setelah api padam, jasad korban S ditemukan tertimbun puing-puing bangunan dalam posisi tengkurap menghadap ke barat. 

Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar bersama kepolisian langsung mengevakuasi jenazah korban ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Prof Ngoerah Denpasar. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.