TRIBUNNEWS.COM - BWF dibuat kagum dengan penampilan An Se-young yang sukses merebut kembali gelar juara dunia meski masih mengalami masalah pada kaki kirinya.
BWF secara khusus menyoroti keberhasilan An Se-young dalam rangkuman Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang dimuat melalui laman resminya pada Jumat (28/8/2026).
Dalam ulasannya, BWF memberikan judul khusus "Seorang Pemain Hebat Membuktikan Kelasnya" untuk menggambarkan performa An Se-young di New Delhi, India.
An Se-young tetap mampu menunjukkan kelasnya meski harus bertanding dalam kondisi cedera hingga akhirnya merebut kembali takhta dunia tanpa kehilangan satu gim pun.
"An Se-young bertanding di Kejuaraan Dunia saat masih mengalami rasa sakit pada kaki kirinya akibat cedera yang dialami di Japan Open," tulis BWF.
"Meski demikian, An Se-young dari Korea menunjukkan kelasnya dan merebut kembali takhta tanpa kehilangan satu gim pun."
Baca juga: 5 Juara Dunia BWF 2026 di China Masters 2026, Hanya An Se-young Berstatus Juara Bertahan
Gelar tersebut menjadi trofi Kejuaraan Dunia kedua dalam karier An Se-young setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2023 di Kopenhagen, Denmark.
Cedera kaki kiri yang dialami An Se-young di Japan Open membuat persiapannya menuju Kejuaraan Dunia tidak ideal.
Namun, kondisi fisik tersebut tidak menghalangi An Se-young untuk tampil sempurna dan menyapu seluruh pertandingan dengan kemenangan dua gim langsung.
BWF terpukau dengan dominasi An Se-young, tetapi juga menyoroti pengakuan sang pemain mengenai rahasia di balik keberhasilannya merebut kembali gelar dunia.
"An Se-young menyatakan bahwa kunci kemenangannya adalah belajar dari kesalahan di masa lalu dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama," tulis BWF.
"Ini adalah pernyataan yang kemungkinan besar akan membuat para pemain lawan berkecil hati."
Penilaian tersebut terasa semakin kuat karena An Se-young berhasil menjadi juara dunia tanpa kehilangan satu gim meski dirinya belum sepenuhnya terbebas dari masalah cedera.
Melihat tekad An Se-young untuk terus memperbaiki kelemahan jadi sinyal bahwa pemain peringkat satu dunia tersebut masih merasa memiliki ruang untuk berkembang.
Dominasi An Se-young juga menjadi perhatian BWF ketika membandingkan kekuatan tunggal putri saat ini dengan para pesaing terdekatnya.
Wang Zhi Yi yang menempati peringkat ketiga dunia masih menjadi salah satu lawan terbaik untuk menghadapi An Se-young di sektor tunggal putri.
Namun, An Se-young saat ini telah menciptakan jarak tertentu dari para pemain lain setelah kembali membuktikan dominasinya di Kejuaraan Dunia.
Wang sendiri sempat bertemu An Se-young di semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026, tetapi kembali harus mengakui keunggulan pemain Korea tersebut.
Dengan kembali menjadi juara dunia, An Se-young semakin menegaskan statusnya sebagai pemain tunggal putri nomor satu dunia dan kini bersiap memburu gelar berikutnya.
An Se-young tercatat masih masuk dalam daftar peserta China Masters 2026 yang berstatus turnamen Super 750 dan akan berlangsung di Shenzhen, China, mulai 1 September 2026.
Meski demikian, terdapat kemungkinan An Se-young memilih mundur dari China Masters untuk menyelesaikan proses pemulihan cedera kaki kirinya.
Setelah China Masters, fokus terbesar An Se-young akan beralih ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang mulai 19 September.
An Se-young mengincar medali emas kedua secara beruntun di Asian Games, baik bersama tim putri Korea Selatan maupun pada nomor tunggal putri.
(Tribunnews.com/Niken)