Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kebakaran melanda sebuah rumah tempat usaha mebel di Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (27/8/2026).
Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama sekitar dua jam untuk memadamkan api yang melahap bangunan tersebut.
Warga sekitar, Awik (40), mengatakan mulanya api diketahui oleh pembeli warung.
"Yang tahu awalnya yang beli rokok ke saya, bilang ada api di belakang," ujarnya.
Nyala api sendiri awalnya belum terlalu besar.
Kemudian, ia meminta pertolongan warga sekitar dan dibantu memadamkan api secara mandiri.
Namun, karena nyala api membesar, kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Damkar.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi kemudian melakukan pemadaman api.
Baca juga: Rumah Lansia di Sidoharjo Wonogiri Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kepala Regu 1 Satpol PP dan Damkar Klaten, Tri Hatmoko, mengatakan setelah mendapat laporan, pihaknya segera meluncur ke lokasi.
"Kita mendapat laporan dari jam 18.06, terus kita berangkatkan dua unit untuk penanganan awal," jelasnya.
Kemudian, penambahan unit Damkar dilakukan untuk suplai air.
Total, tiga mobil Damkar dikerahkan dalam penanganan ini.
Penanganan sempat terkendala adanya kabel listrik yang berdekatan dengan bangunan sehingga petugas harus menunggu petugas PLN untuk memutus arus listrik.
Luasan bangunan yang terbakar kurang lebih 15 × 8 meter persegi. Baik lantai 1 maupun lantai 2 terbakar sekitar 40 persen.
Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa karena bangunan saat itu dalam keadaan kosong.
Kapolsek Kebonarum AKP Suyana mengatakan sumber kebakaran diduga berasal dari alat produksi yang masih teraliri listrik.
"Kami melakukan identifikasi, ditemukan menurut keterangan pemilik karena arus listrik ke dinamo mesin pemotong kayu tidak dicabut," paparnya.
Diungkapkan, alat tersebut biasanya dicabut saat selesai digunakan.
"Kemudian karena kabelnya itu standar atau tidak kita belum menemukan itu, kemudian di situ terjadi konslet," ungkapnya.
Hal itu diketahui dari kondisi mesin yang habis terbakar.
Akibat kejadian ini, kerugian materiel ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
"Kerugian konfirmasi pemilik itu Rp150 juta, terdiri dari bahan-bahan yang siap kirim dan bahan-bahan baku kayu-kayu dan sebagian mesin," tutupnya. (*)