OJK Ingatkan Mahasiswa Unipa Waspada Fraud dan Tingkatkan Literasi Keuangan
Hans Arnold Kapisa August 28, 2026 02:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mengingatkan mahasiswa Universitas Papua (Unipa) untuk meningkatkan literasi keuangan sebagai langkah melindungi diri dari risiko penipuan atau fraud di sektor jasa keuangan.

Edukasi disampaikan Manajer Madya OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Stella Matitaputty, dalam kegiatan literasi keuangan bersama LPS Wilayah III Sulampua di kampus Unipa Manokwari, Jumat (28/8/2026).

Stella menegaskan literasi keuangan merupakan bagian penting dari perlindungan konsumen maupun masyarakat.

“Literasi keuangan itu bagian dari perlindungan konsumen dan masyarakat supaya jangan sampai terjadi kerugian finansial,” ujarnya.

Baca juga: LPS Hadir di Kampus Unipa, Fuad Zaen: Mahasiswa Harus Melek Keuangan dan Waspada Penipuan

Ia menjelaskan, konsumen adalah pihak yang menggunakan produk atau layanan jasa keuangan, sementara masyarakat secara umum juga perlu mendapatkan edukasi agar terhindar dari kerugian finansial.

Stella mencontohkan, ketika sebuah bank dicabut izin usahanya, nasabah dapat menyampaikan pengaduan kepada OJK yang kemudian berkoordinasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menurutnya, pemahaman terhadap lembaga jasa keuangan sangat penting karena seluruh masyarakat berpotensi menjadi korban penipuan.

“Jadi masyarakat perlu tahu lembaga-lembaga jasa keuangan dan bagaimana perlindungan yang diberikan ketika terjadi masalah,” jelasnya.

Stella secara khusus mengingatkan mahasiswa agar tidak lengah terhadap praktik penipuan yang semakin beragam seiring kemudahan akses teknologi digital.

Baca juga: Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, OJK Soroti Diversifikasi dan Inklusi Keuangan

Ia juga mendorong mahasiswa, khususnya dari fakultas akuntansi, menjadikan isu perlindungan konsumen sebagai bahan penelitian.

“Mahasiswa harus tahu ini. Kalau fakultas akuntansi bisa menulis tentang ini, bagaimana potensi data kuantitatif, bisa juga kolaborasi kualitatif,” katanya.

Selain berbicara mengenai literasi keuangan, Stella turut membagikan pengalaman hidupnya.

Sejak kuliah, ia berusaha mandiri dengan bekerja sebagai tenaga fotokopi, pengantar surat, berjualan dari rumah ke rumah, hingga menjadi moderator kegiatan.

Pengalaman itu, menurutnya, mengajarkan arti kerja keras, kesetiaan, dan kemampuan melihat setiap kesempatan sebagai proses pengembangan diri.

Baca juga: LPS Pastikan Tabungan Masyarakat Aman hingga Rp2 Miliar, Simak Syarat Penjaminan

Ia berpesan agar mahasiswa tidak hanya menilai kesempatan dari besarnya uang yang diperoleh, tetapi juga dari pengalaman, relasi, dan kemampuan yang bisa menjadi modal masa depan.

“Sepuluh menit orang berbicara, kalau kalian pulang membawa sesuatu, itu bisa menjadikan kalian orang-orang luar biasa di Tanah Papua,” tuturnya.

Stella berharap mahasiswa Unipa dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri.

Keberhasilan, katanya, tidak hanya dibangun dari kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman, kerja keras, relasi, serta kemauan untuk terus belajar.

Ia menekankan pentingnya membangun masa depan melalui pekerjaan dan usaha yang halal serta bertanggung jawab.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.