Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – SMKN 1 Bireuen mendapat bantuan alat pendukung praktik pemesinan berupa Mechanic Truster Tool dari PT Honda Capella Medan, Jumat (28/8/2026).
Kepala SMKN 1 Bireuen, Dr Fadli MM, mengatakan bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya dalam mendukung kegiatan praktik bidang otomotif.
“Adanya tambahan bantuan tersebut menambah peralatan praktik siswa,” kata Fadli kepada Serambinews.com.
Ia menjelaskan, Mechanic Truster Tool atau kotak rak perkakas merupakan seperangkat peralatan perbaikan otomotif yang lengkap dan terorganisasi dalam kotak, rak, atau wadah logam khusus.
Peralatan tersebut antara lain terdiri atas soket berbagai ukuran, batang ekstensi, kunci kombinasi, kunci heksagonal atau kunci L, berbagai jenis tang, serta obeng pipih dan obeng Phillips.
Baca juga: SMKN 1 Gandapura dan SMKN 1 Bireuen Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT
Peralatan itu umumnya digunakan sebagai perlengkapan servis standar di bengkel sepeda motor maupun otomotif, termasuk jaringan dealer resmi Honda seperti AHASS.
Menurut Fadli, bantuan tersebut menjadi peralatan tambahan bagi siswa yang setiap hari melaksanakan praktik di ruang praktik dan showroom perbengkelan SMKN 1 Bireuen.
SMKN 1 Bireuen merupakan salah satu SMK tertua di Kabupaten Bireuen.
Baca juga: Peringati 21 Tahun Damai Aceh dan HUT RI, Ratusan Siswa SMKN 1 Bireuen Gelar Zikir dan Doa Bersama
Sekolah tersebut memiliki sejumlah program kompetensi keahlian, di antaranya teknik geomatika/survei dan pemetaan, bisnis konstruksi dan properti, desain pemodelan dan informasi bangunan, teknik audio dan video, teknik komputer jaringan, teknik pemesinan, serta teknik pengelasan.
Selain itu, terdapat kompetensi teknik instalasi tenaga listrik, teknik pendingin dan tata udara, teknik kendaraan ringan otomotif, serta teknik bisnis sepeda motor.
Pada Jumat pagi, SMKN 1 Bireuen juga menggelar pengajian rutin yang diikuti ratusan siswa dan guru. Kegiatan tersebut menghadirkan Rizki Dasilva PhD sebagai penceramah.